Rabu, 6 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Minyakita Langka di Ternate: Harga Melambung, Stok di Pasar Menipis

Meski pemerintah melalui Satgas Pangan terus perketat pengawasan, kenyataan di lapangan menunjukan stok barang sulit didapat dan harganya tak sesuai

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Randi Basri
HARGA: Minyakita yang dijual di Pasar Tradisional Higienis, Ternate, Senin (4/5/2026). Meski pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus memperketat pengawasan, kenyataan di lapangan menunjukan stok barang sulit didapat dan harganya melampaui aturan 
Ringkasan Berita:1. Peredaran Minyakita di Kota Ternate, Maluku Utara tengah dikeluhkan pedagang maupun masyarakat
2. Meski pemerintah melalui Satgas Pangan terus memperketat pengawasan, kenyataan di lapangan menunjukan stok barang sulit didapat dan harganya melampaui aturan
3. Amatan Tribunternate.com di Pasar Tradisional Higienis Ternate, Senin (4/5/2026), keberadaan minyak goreng subsidi ini sangat jarang terlihat di rak-rak pedagang

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Peredaran Minyakita di Kota Ternate, Maluku Utara tengah dikeluhkan pedagang maupun masyarakat.

Meski pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus memperketat pengawasan, kenyataan di lapangan menunjukan stok barang sulit didapat dan harganya melampaui aturan.

Amatan Tribunternate.com di Pasar Tradisional Higienis Ternate, Senin (4/5/2026), keberadaan minyak goreng subsidi ini sangat jarang terlihat di rak-rak pedagang.

Kalaupun tersedia, harganya jauh di atas harga eceran tertinggi atau HET.

Baca juga: Update Harga Hasil Bumi di Ternate Senin, 4 Mei 2026: Fuli, Pala dan Cengkeh Menguntungkan

Beberapa temuan di pasar menunjukan:

  • Kelangkaan: Mayoritas pedagang mengaku stok kosong selama 1 hingga 2 minggu terakhir
  • Harga tinggi: Di beberapa toko, Minyakita dijual seharga Rp 16 ribu hingga Rp 22 ribu per liter/kilogram
  • Alternatif mahal: Akibat Minyakita langka, masyarakat terpaksa beralih ke minyak nonsubsidi seperti Bimoli, Sabrina atau Kunci Mas dengan harga sekitar Rp 27 ribu per kilogram
HARGA: Minyakita yang dijual di Pasar Tradisional Higienis, Ternate
HARGA: Minyakita yang dijual di Pasar Tradisional Higienis, Ternate, Senin (4/5/2026) (TribunTernate.com/Randi Basri)

Suara pedagang

Para pedagang di Pasar Tradisional Higienis Ternate membeberkan alasan di balik tingginya harga dan sulitnya stok.

"Stok Minyakita di kami sudah kosong hampir dua minggu. Yang ada hanya minyak kemasan lain yang harganya jauh lebih mahal, "aku Anti, pedagang.

Pedagang lain, Wandi, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi karena rantai distribusi yang panjang.

  • Rantai distribusi: Pedagang tidak mendapat pasokan langsung, melainkan harus membeli dari tangan ke tangan sehingga modal yang dikeluarkan sudah tinggi
  • HET terlewati: Meskipun SE mematok harga maksimal Rp 17 ribu, kelangkaan barang memaksa harga naik hingga Rp 22 ribu per kilogram

Pasokan terbatas

Baca juga: Update Harga Hasil Bumi di Ternate Senin, 4 Mei 2026: Fuli, Pala dan Cengkeh Menguntungkan

Masalah utama diduga terletak pada minimnya pasokan dari Bulog. Menurut pengakuan pedagang, Bulog hanya menyuplai pasar pada hari Senin dan Sabtu dengan kuota sekitar 20 karton saja.

Jumlah ini dinilai sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh pedagang di pasar.

Masyarakat dan pedagang kini berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengawasan di atas kertas, tetapi benar-benar memastikan ketersediaan stok di pasar agar harga kembali stabil sesuai harapan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved