Pemda Diminta Bersih-bersih Rutin, Mendagri Tetapkan Selasa dan Jumat sebagai Hari Korve
Mendagri Tito Karnavian berencana menerbitkan surat edaran (SE) yang menetapkan hari kebersihan atau korve bagi pemerintah daerah
Ringkasan Berita:
- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana menerbitkan surat edaran (SE) yang menetapkan hari kebersihan atau korve bagi pemerintah daerah.
- Dalam kebijakan tersebut, pemda diminta melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat.
- Hal itu disampaikan Tito usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
TRIBUNTERNATE.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana menerbitkan surat edaran (SE) yang menetapkan hari kebersihan atau korve bagi pemerintah daerah.
Dalam kebijakan tersebut, pemda diminta melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat.
Hal itu disampaikan Tito usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Sarmin Adam: RPJMD Maluku Utara Harus Seirama dengan RPJMN
“Hari Selasa dan Jumat saya akan mengeluarkan surat edaran, tidak hanya sebagai hari olahraga, tetapi dilanjutkan dengan korve di daerah masing-masing, baik di lingkungan kantor maupun wilayah sekitar,” ujar Tito.
Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo
Rencana penerbitan SE ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, pada 2 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti persoalan sampah yang dinilai dapat merusak citra pariwisata Indonesia, sektor yang selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2025 tercatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, Prabowo menegaskan wisatawan tidak akan tertarik datang jika destinasi wisata dipenuhi sampah.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, tapi kalau tempat wisatanya kotor, orang tidak mau datang,” kata Prabowo.
Prabowo juga menceritakan pengalamannya saat bertemu sejumlah pejabat di Korea Selatan yang menilai Bali kini mulai terlihat kotor.
Menurutnya, hal itu harus menjadi koreksi bersama agar Indonesia tidak kehilangan daya tarik wisata.
Ia pun memerintahkan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Bali dan para bupati serta wali kota, untuk serius menangani persoalan sampah.
Prabowo bahkan meminta agar siswa SD hingga SMA turut dilibatkan dalam kegiatan gotong royong menjaga kebersihan.
“Ayo kita bersihkan rame-rame. Korve!” serunya.
Baca juga: Tim Darurat Pemprov Maluku Utara Tinjau Jembatan Rusak Akibat Banjir di Halmahera Utara
Perang Terhadap Sampah
Selain kepala daerah, Prabowo juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk TNI, Polri, hingga BUMN jika diperlukan.
Ia menegaskan bahwa Indonesia harus menyatakan perang terhadap sampah karena sampah merupakan sumber penyakit dan bencana bagi masyarakat.
“Kita harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” tegas Prabowo. (*)
| 15 Desa di Halmahera Selatan Diusulkan jadi Kampung Nelayan, Bakal Dapat Rp22 Miliar dari Pempus |
|
|---|
| Terima Kunker DPRD Halbar, Bupati Halteng Ikram Sangadji Dorong Sinergi untuk Tingkatkan PAD |
|
|---|
| Pemulihan Pascagempa Ternate, Gubernur Malut Pastikan Bantuan dan Program RTLH Tepat Sasaran |
|
|---|
| Gubernur Malut Dorong Pemulihan dan Jamin Akses Pendidikan Warga Sibenpopo-Banemo Halmahera Tengah |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca 11 April 2026 : Sebagian Besar Wilayah Maluku Utara Diguyur Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Mendagri-Tito-Karnavian-Inflasi.jpg)