Senin, 4 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadan 2026

BREAKING NEWS: Sidang Isbat Putuskan Awal Puasa Ramadan Kamis 19 Februari 2026

Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) dan dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar

Tayang: | Diperbarui:
canva.com
PENETAPAN AWAL RAMADAN - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini diumumkan usai Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) dan dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Selasa (17/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
  2. Penetapan ini diumumkan usai Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) dan dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
  3. Keputusan ini diambil berdasarkan laporan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi hilal) dari 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penetapan ini diumumkan usai Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) dan dipimpin Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

“Disepakati 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026,” ujar Menag yang dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: Razia H-1 Ramadan, Sat Samapta Polres Taliabu Sita 25 Botol Cap Tikus

Keputusan ini diambil berdasarkan laporan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi hilal) dari 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Proses Sidang Isbat

Sidang isbat merupakan forum resmi pemerintah untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB, diikuti sidang tertutup pukul 18.30 WIB, dan pengumuman hasilnya sekitar pukul 19.05 WIB.

Hadir dalam sidang antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, BRIN, akademisi ITB, perwakilan planetarium, pakar falak, serta pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren.

Posisi Hilal dan Pemantauan

Berdasarkan hisab, ijtimak (konjungsi bulan) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB. Saat itu, posisi hilal berada di bawah ufuk, sehingga belum terlihat secara visual. Rukyat dilakukan untuk mengonfirmasi, tetapi cuaca mendung di beberapa lokasi membuat hilal tetap tak terlihat.

Data BMKG menunjukkan tinggi hilal saat matahari terbenam berkisar antara -2,41° hingga -0,93°, dengan fraksi iluminasi bulan sangat kecil (0,01–0,05 persen). Kriteria visibilitas MABIMS pun belum terpenuhi pada 17 Februari.

Diperkirakan, pada Rabu, 18 Februari 2026, tinggi hilal akan berada di atas ufuk, sehingga esoknya Ramadan bisa dimulai secara serentak.

Baca juga: Jelang Puasa Ramadan 2026, Ini Doa Niat Mandi Sunnah dan Waktu Dianjurkan

Sejarah Perbedaan Awal Puasa

Perbedaan penentuan awal Ramadan di Indonesia terakhir terjadi pada Ramadhan 1443 H (2022), ketika Muhammadiyah memulai puasa sehari lebih awal dibanding pemerintah/Kemenag karena perbedaan metode hisab dan rukyat.

Menag menegaskan bahwa sidang isbat selalu menjadi rujukan utama bangsa Indonesia untuk menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus menjadi sarana menyatukan umat di tengah perbedaan metode hisab dan rukyat. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved