Kamis, 7 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Idul Fitri 2026

Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar 19 Maret, Kemenag Libatkan BMKG dan BRIN

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada 19 Maret 2026

Tayang:
Dok Kemenag RI
AGENDA: Suasana sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H. Kemenag RI menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada Kamis 19 Maret 2026, Senin (2/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada 19 Maret 2026. 
  2. Tanggal tersebut bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
  3. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

TRIBUNTERNATE.COM - Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 pada Kamis 19 Maret 2026.

Tanggal tersebut bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Lokasi ini berbeda dengan sidang isbat awal Ramadan yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta. Menurut Abu, pemusatan di Auditorium Rasjidi dilakukan setelah proses renovasi sejumlah ruangan di kompleks tersebut rampung.

Baca juga: Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Ini Profil dan Jejak Kariernya

Selain itu, pemilihan lokasi juga mempertimbangkan faktor teknis, seperti ketersediaan ruang yang representatif bagi para undangan serta kondisi lalu lintas yang relatif lebih lengang karena sebagian masyarakat telah memasuki periode mudik. Hal tersebut dinilai memudahkan pengaturan akses kendaraan dan area parkir.

Abu menegaskan, persiapan sidang telah dilakukan sesuai prosedur, baik dari sisi substansi maupun dukungan teknis. Penetapan 1 Syawal nantinya akan mengacu pada data hisab serta hasil rukyatul hilal yang diverifikasi, melalui mekanisme yang terbuka.

Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, di antaranya pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perwakilan planetarium dan observatorium, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

Menurutnya, keterlibatan banyak pihak tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan keputusan yang diambil memiliki legitimasi keagamaan yang kuat dan dapat diterima publik.

Kemenag juga terus mematangkan koordinasi pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia, termasuk sistem pelaporan hasil rukyat serta kesiapan sarana dan prasarana sidang.

Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Selasa 3 Maret 2026: Karier, Cinta, Nomor Hoki

Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi yang akan diumumkan setelah seluruh rangkaian sidang selesai.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab yang digunakan organisasi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved