Minggu, 12 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gubernur Maluku Mengaku tak Keluar Rumah Selama 2 Hari Pasca Nyatakan Perang ke Menteri Susi

Gubernur Maluku Murad Ismail, mengaku tidak keluar dari kediamannya selama 2 hari setelah dirinya menyatakan perang kepada Menteri Susi Pudjiastuti

Kolase Kompas.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti atau Menteri Susi dan Gubernur Maluku Murad Ismail 

TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Maluku Murad Ismail, mengaku tidak mau keluar dari kediamannya selama 2 hari setelah dirinya menyatakan perang kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Hal ini Murad lakukan setelah insiden pernyataan perangnya menjadi viral di media sosial.

“Saya katakan waktu kalian munculkan itu (perang), saya dua hari tidak keluar rumah,” kata Murad kepada wartawan usai pertemuan dengan utusan Menteri Susi di kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/9/2019), lansir TribunTernate.com dari Kompas.com.

Bahkan Murad juga mengatakan dirinya tidak mau menerima komunikasi lewat telepon dari siapapun.

”Saya juga tidak mau menerima telepon dari siapapun, saya merasa tidak enak kok sampai begitu,” tutur  Murad disertai tawa.

Murad pun menjelaskan bahwa ia tidak mengingat pasti tentang kata perang yang ia ucapkan saat penyampaian sambutan di acara pelantikan Penjabat Sekda Maluku di Lanta 7 Kantor Gubernur tiga hari yang lalu.

5 Fakta Gubernur Maluku Nyatakan Perang ke Menteri Susi: Alasan hingga Respon Susi Pudjiastuti

Gubernur Maluku Nyatakan Perang ke Susi Pudjiastuti, Akar Masalah hingga Dukungan Mendagri

“Kan perang itu kan langkah yang paling terakhir, kita harus musyawarah untuk mufakat. Mungkin saat di lantai 7 itu saya ngomong, enggak tahu juga kalau ada kata perang sehingga diolah jadi perang betul,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Maluku, Murad Ismail menyatakan perang ke Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada Senin (2/9/2019) lalu.

Pernyataan perang yang disampaikan Murad berawal dari kebijakan moratorium yang diberlakukan Susi Pudjiastuti.

Murad menilai bahwa moratorium tersebut merugikan Maluku.

Menurutnya, setiap bulan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengangkut ikan dari perairan Arafuru untuk diekspor.

"Ibu Susi bawa ikan dari laut Arafuru diekspor, tapi kita tidak dapat apa-apa."

"Berbeda dengan saat sebelum moratorium di mana uji mutunya ada di daerah," ujar Murad.

Susi Pudjiastuti Utus 5 Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Temui Gubernur Maluku

Gubernur Maluku juga mengatakan jika sebanyak 1.600 kapal yang tercatat di laut Aru, tak ada satu pun ABK asal Maluku yang dipekerjakan.

“Setiap bulannya, ada sekitar 400 kontainer ikan yang digerus dari Laut Aru kemudian diekspor yang juga dari luar Maluku,” kata Murad.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved