Mengenal Preeklampsia, Penyebab Kedua Janin Irish Bella Meninggal Dunia
Irish Bella disebut mengalami tekanan darah tinggi karena Preeklampsia oleh dokter yang menyebabkan anak kembarnya meninggal dunia.
TRIBUNTERNATE.COM - Irish Bella disebut mengalami tekanan darah tinggi karena Preeklampsia oleh dokter yang menyebabkan anak kembarnya meninggal dunia.
Hal itu seperti yang diungkapkan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fetomaternal Gatot Abdurrazak, saat jumpa pers di Rumah Sakit Harapan Kita, Grogol, Jakarta Barat, Senin (7/10/2019).
"Sekarang kondisi ibu bagus, tekanan darah bagus. Pas operasi (tekanan darah) sampai 180/90," terangnya seperti dikutip dari Kompas.com (jaringan SURYA.co.id) dalam artikel "Dokter Ungkap Kondisi Irish Bella Setelah Bayi Kembarnya Meninggal".
Saat itu pula Gatot sempat memuji ketegaran Irish Bella dan Ammar Zoni.
"Pasangan ini luar biasa. Setelah saya jelaskan perjalanan penyakitnya, alhamdulillah mereka memahami. Mereka tidak down," ujar Gatot.
Lebih lanjut, Gatot memperkirakan kesehatan Irish Bella akan segera pulih dalam waktu dekat.
"Cepat kok. Itu ciri-ciri preeklamsia. Kemarin di kamar operasi (tekanan darah) 180, sekarang sudah turun tekanannya jadi 150," ucap Gatot.
Dilansir dari artikel Hello Sehat, penyakit Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain.
Berbeda dengan hipertensi kronis dengan superimposed preeklampsia, preeklampsia biasanya terjadi setelah usia 20 minggu kehamilan (pada trimester ke-3).
Bila tidak diobati, preeklampsia bisa berdampak serius, bahkan fatal untuk ibu dan bayi. Karena itu, Anda perlu rutin memeriksakan kesehatan kandungan serta janin dengan dokter Anda.
Sementara itu, eklampsia adalah masalah kesehatan yang paling berbahaya yang ditandai dengan kejang pada kehamilan atau setelah melahirkan.
Walaupun cukup jarang terjadi, bila dibiarkan atau tidak ditangani dengan tepat, kejang pada eklampsia ini bisa fatal akibatnya.
Kejang akibat eklampsia dapat menyebabkan koma, kerusakan otak, dan akan berdampak pada kematian ibu atau bayi.
Sebenarnya, eklampsia merupakan kejadian lanjutan dari preeklampsia, di mana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi yang biasanya terjadi ketika memasuki usia kehamilan di atas 20 minggu.
Tekanan darah tinggi saat hamil bisa meningkatkan berbagai risiko, termasuk:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/bayi-kembar-ammar-zoni-dan-irish-bella-meninggal-dunia.jpg)