Musim Hujan Rentan Flu, Kenali Gejala dan Faktor Risiko dari Penyakit Ini
Flu merupakan infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Flu akan menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
TRIBUNTERNATE.COM - Hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah di Indonesia.
Saat musim hujan tiba, tak jarang orang terserang penyakit flu.
Flu merupakan infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Flu akan menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Virus dapat disebarkan saat penderita flu batuk, bersin, atau berbicara.
Saat ini terjadi, virus akan terbang di udara dan berpotensi masuk ke mulut atau hidung orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, seseorang dapat terkena flu dengan menyentuh permukaan atau benda yang mempunyai virus flu di permukaannya. Kemudian, orang tersebut menyentuh mulut, mata, atau hidungnya sendiri.
Bahkan, flu dapat menular sebelum seseorang mengetahui dirinya sakit, mulai satu hari sebelum gejala muncul hingga 5-7 hari setelah virus menjadi penyakit.
Anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan lemah dapat terinfeksi flu dalam waktu yang lebih lama.
Mayoritas orang pulih dari flu dalam waktu satu atau dua minggu.
Seseorang yang terkena flu disarankan untuk beristirahat yang cukup dan menjaga dirinya agar terus terhidrasi.
Selain itu, penderita dapat melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat antivirus juga dapat meminimalkan ketidaknyamanan terhadap gejala-gejala flu.
Gejala flu
Flu sering muncul secara tiba-tiba, gejalanya di antaranya:
- Tiba-tiba muncul demam tinggi
- Sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri sendi
- Batuk (biasanya kering)
- Panas dingin
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat dan pilek
- Kelelahan
- Gejala lambung seperti mual, muntah, atau diare yang lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa.
Faktor risiko
Dilansir dari lung.org, penyakit tertentu seperti orang dengan penyakit paru-paru kronis (asma, brokitis, atau fibrosis kistik), penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, diabetes, obesitas tak wajar, anemia berat, gangguan hati, anak-anak dan remaja yang diberi terapi aspirin jangka panjang, orang dengan HIV/AIDS atau perawatan memakai steroid atau kemoterapi yang menekan kekebalan dapat menempatkan seseorang pada risiko tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/ilustrasi-orang-yang-terserang-sakit-flu.jpg)