Senin, 1 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Diminta Anggota PDIP Buka Anggaran Kemenhan, Prabowo: Maaf Saya Tidak Akan Berbicara Terlalu Terbuka

Menhan Prabowo Subianto menjawab permintaan anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon.

Tayang:
Editor: Sansul Sardi
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019). Ia datang bersama Waki Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Keduanya kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon meminta Prabowo Subianto secara terbuka untuk menyampaikan anggaran Kementerian Pertahanan 2019-2024.

Diketahui, Menteri Pertahanan ini menjalani rapat perdana bersama Komisi I DPR RI, Senin (11/11/2019).

Selama rapat berjalan, terdapat sejumlah interupsi yang dilakukan oleh Anggota Komisi I DPR RI.

Satu di antaranya adalah Effendi Simbolon.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengadakan Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengadakan Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI (Youtube KOMPASTV

Dilansir TribunWow.com dari tayangan live KOMPASTV, Prabowo menyatakan sikapnya tentang permintaan Effendi tersebut.

Meskipun APBN sudah diketahui banyak pihak, Prabowo menyebut dirinya harus tetap berhati-hati dalam membuka rincian anggaran Kemenhan.

"Baik, jadi memang masalah APBN itu sudah umum dan saya kira pihak manapun bisa mempelajari, namun sebagai penyelenggara di bidang keamanaan dan pertahanan negara, seharusnya kita selalu prudent, hati-hati dan sedapat mungkin mempersulit pihak non Indonesia untuk terlalu mengerti dan memahami kondisi pertahanan kita," ucap Prabowo.

"Ini sifat yang harusnya diambil oleh semuanya, itu pendapat saya."

Terkait anggaran Kemenhan yang berkisar Rp 131 triliun, Prabowo menyebut pihaknya akan bertanggungjawab menggunakan anggaran sebaik mungkin.

"Kalau kita mau bicara soal anggaran, yang penting kalau pemerintah itu bertanggungjawab," terang Prabowo.

"Yang penting adalah bahwa kita diawasi."

Ia juga menyinggung soal adanya pengawasan lembaga legislatif yang mewakili suara rakyat.

"Yang penting adalah bahwa lembaga legislatif saudara-saudara yang mewakili kekuatan rakyat, yang mewakili rakyat, kedaulatan rakyat, saudara yang perlu untuk benar-benar menguasai," terang Prabowo.

Prabowo pun mengaku awalnya mengira rapat tersebut akan berlangsung tertutup, sama seperti rapat Menhan sebelumnya.

"Jadi sedapatnya saya mengira bahwa seluruhnya ini adalah tertutup sebagaimana menhan-menhan yang dulu," ucap Prabowo.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved