Mendagri Belum Putuskan Izin Perpanjang FPI, Rocky Gerung: Pak Tito Karnavian Tak Paham Khilafah

Tito Karnavian menilai masih ada aturan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI.

(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju dan kepala badan setingkat menteri. 

TRIBUNTERNATE.COM - Soal rekomendasi perpanjangan izin Front pembela Islam (FPI) pihak Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengkaji dan memberikan surat rekomendasi.

Rupanya rekomendasi pemberian izin tersebut masih didalami pemerintah dan keputusan ada di tangan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Tito Karnavian menilai masih ada aturan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI yang dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip NKRI sehingga mengganjal pemberian izin perpanjangan FPI.

Tito memastikan perpanjangan rekomendasi FPI masih akan terus dikaji oleh kementeriannya.

Sementara itu, walaupun sempat diminta untuk mempertimbangkan kembali rekomendasi untuk perpanjangan izin ormas FPI, Menteri Agama Facrul Razi memutuskan tidak akan mencabut rekomendasi tersebut.

Menyikapi hal ini, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dalam acara ROSI dalam YouTube KompasTV, memberikan pernyataan bagaimana sebuah negara mengizinkan sebuah ormas yang dalam konstitusinya bisa membunuh negara itu.

Budiman menilai FPI merupakan ormas yang akan mendirikan negara khilafah di Republik Indonesia.

"Oh iya dong. Menggantikan dengan cara lain, membunuh dong! Anda tidak bisa mendirikan khilafah di atas NKRI yang hidup," kata Budiman, Kamis (28/11/2019).

Ia menambahkan tak hanya berbentuk ide yang dibunuh melainkan bisa merambah pembunuhan fisik.

"Bisa secara fisik juga dalam kejadiannya. Bukan hanya sekedar ide yang dibunuh. Bukan cuma ide Pancasila yang dibunuh. Orang yang mendukung Pancasila itu juga bisa dibunuh," lanjut Budiman.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved