Breaking News:

Yunarto Wijaya Sebut Tantangan Nyata Erick Thohir soal Kasus Jiwasraya: Bakal Kelihatan Kemampuannya

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyoroti gebrakan yang telah dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Tribunnews.com/Reza Deni Saputra
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya saat melakukan sesi wawancara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Dikutip dari Kompas, Lee mengungkapkan awal mula dirinya menjadi nasabah Jiwasraya.

Ia rupanya menjadi nasabah lantaran secara otomatis terdaftar saat menabung deposito di Bank KEB Hanna dan Bank Woori.

Di kedua bank tersebut, bancassurance Jiwasraya menjadi produk deposito yang akhirnya ditawarkan kepada banyak warga Korea Selatan di Indonesia.

"Karena biasanya orang Korea di sini waktu deposito biasanya ke bank Hanna atau Bank Woori. salah satunya. Automatically yang mengikuti program ini," ujar Lee, seperti dikutip dari Kompas.com.

Lee dan 474 orang Korsel lainnya tidak curiga lantaran Jiwasraya adalan perusahaan BUMN yang dijamin pemerintah Indonesia.

"Jadi, orang Korea tidak curiga," katanya lagi, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Bahkan ketika Jiwasraya gagal membayar polis pada Oktober 2018 lalu, Lee dan banyak korban lainnya masih merasa tenang.

Mereka yakin bahwa Jiwasraya akan membayar polis itu.

Usut punya usut, usai setahun menunggu dan lapor sana sini, mulai dari BUMN sampai OJK, Lee dan warga Korsel lain yang jadi korban Jiwasraya tak mendapatkan hak mereka.

"Walau korban-korban mengunjungi BUMN atau OJK mereka tidak pernah terima, tidak pernah jelaskan, jadi masalahnya sangat serius. Tapi antara masyarakat Korea yang kena korban ini mereka sebagian besar ibu-ibu karena orang Korea biasanya uang rumah dihandle istri," ujar dia.

Halaman
1234
Penulis: Rohmana Kurniandari
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved