Virus Corona
Budiman Sudjatmiko: Sudah Saatnya Jokowi Jadi Pahlawan dalam Melawan Virus Biologi & Ideologi
Budiman Sudjatmiko meminta Jokowi untuk kembali menjadi pahlawan dalam melawan virus. Tak hanya virus biologi, tetapi juga virus ideologi.
TRIBUNTERNATE.COM - Pekan ini, dunia dilanda kekhawatiran dengan merebaknya virus corona di Wuhan, China.
Selain di China, virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) ini juga telah menyebar ke berbagai negara di dunia.
Hingga kini, sudah ada 12 negara yang positif mengumumkannya.
Kian menyebar hingga membunuh puluhan orang di China, banyak orang di berbagai belahan dunia mulai dilanda kepanikan.
Termasuk para warga negara Indonesia (WNI) yang masih tertahan di Wuhan, China.
Dikabarkan sebanyak belasan mahasiswa asal Aceh terisolasi di kota tersebut.
Mereka pun memilih menetap di dalam kamar lantaran mewaspadai penularan virus corona.
• Saat Virus Corona Merebak, Gubernur Sumbar Justru Terima Ratusan Turis China, Ngaku Tak Khawatir
Mengetahui hal tersebut, pemerintah tak tinggal diam.
Melalui akun Twitter miliknya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan jika KBRI Beijing terus menjalin kontak dengan WNI yang masih berada di Wuhan.
KBRI juga terus berupaya mengirimkan bantuan kebutuhan logistik kepada mereka.
Jokowi berharap agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik.
"Sejumlah WNI masih berada di Wuhan, kota di Tiongkok yang sedang diisolasi karena wabah virus korona.
KBRI Beijing terus menjalin kontak dengan mereka serta berupaya mengirimkan bantuan kebutuhan logistik.
Mudah-mudahan, pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik," tulis Jokowi, Senin (27/1/2020).
Sikap pemerintah tersebut disambut baik oleh sejumlah warganet.
Seorang pengguna akun @mantriss mengucapkan terima kasih kepada presiden yang turut angkat bicara soal virus corona.
"Terima kasih Pak @jokowi sudah ngetwit tentang corona.
Artinya laporan situasi sudah sampai di meja Presiden," tulis @mantriss.
• Corona Menyebar, Begini Kondisi Mahasiswa Aceh di Wuhan, Butuh Makanan hingga Belum Bisa Dipulangkan
Cuitan itu rupanya mendapat tanggapan dari Budiman Sudjatmiko.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu awalnya menyebut jika sosok pemimpin lahir menjadi besar karena dua hal.
Yakni, sebagai pahlawan dan penghibur.
Budiman Sudjatmiko lantas meminta Jokowi untuk kembali menjadi pahlawan dalam melawan virus.
Tak hanya virus biologi, tetapi juga virus ideologi.
"Pemimpin itu lahir dan jd besar karena 2 hal: sebagai pahlawan dan atau sebagai penghibur.
Sdh saatnya pak @jokowi kembali menjalankan tindak kepahlawanan dlm melawan virus biologi & virus ideologi," tulisnya.
• 5 Juta Warga Tinggalkan Wuhan Akibat Virus Corona, Pemerintah China Ramal Bakal Ada 1.000 Kasus Baru
Mahasiswa Aceh Tertahan di Wuhan
Berikut fakta-fakta mengenai belasan mahasiswa Aceh yang terisolasi akibat merebaknya virus corona di Wuhan, yang dirangkum Kompas.com:
1. Butuh makanan
Seorang mahasiswa asal Aceh yang berkuliah di Wuhan, China adalah Mulia Mardi.
Mulia Mardi, saat Kota Wuhan ditutup, sedang tidak berada di Wuhan. Ia sedang berjalan-jalan di beberapa kota di China.
Namun saat hendak kembali ke Wuhan, Mulia Mardi tidak diperbolehkan.
"Sehingga saya dari Beijing langsung ke Indonesia," katanya.
Namun, ia mengaku menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya sesama mahasiswa Aceh di Wuhan.
"Mereka aman dan mengisolasi diri di dalam kamar, tapi stok makanan serta masker khusus yang terbatas," katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/1/2020).
Dilansir dari Aceh.tribunnews.com, saat ini pemerintah Aceh telah mengirimkan dana bantuan pada mahasiswa Aceh di Wuhan.
Dana tersebut diharapkan membantu mahasiswa membeli stok makanan.

2. 12 mahasiswa
Sama dengan dirinya, beberapa mahasisa asal Aceh tengah berlibur ke luar Wuhan dan kembali ke kampung halaman sebelum wilayah tersebut diisolasi.
Sedangkan 12 mahasiswa Aceh masih berada di Wuhan hingga akses kota itu ditutup.
Salah satu mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan, Alfi Rian membenarkan bahwa ada 12 mahasiswa Aceh di kota tersebut.
"Kami ada 12 di sini, kami terbagi di beberapa tempat, masing-masing di kampus kami," ungkap Alfi, seperti dilansir dari Aceh.tribunnews.com.
3. Menetap di kamar
Merebaknya virus corona membuat pemerintah menutup akses Kota Wuhan. Sebab virus ini dapat menyebar melalui udara.
Transportasi massal seperti subway kereta api sejak dua hari lalu telah ditutup.
Hanya mobil polisi dan mobil ambulans yang diperbolehkan melintas.
Alfi Rian mengatakan, para mahasiswa asal Aceh pun harus berdiam dan tidak keluar.
"Kami tidak diisolasi tapi memilih menetap di kamar, tidak keluar ke mana-mana," ujarnya.
4. Belum bisa dipulangkan
Sejauh ini, KBRI di China menyatakan belum bisa memulangkan seluruh warga Indonesia di China, termasuk para mahasiswa yang berada di Wuhan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat pemerintah Aceh Muhammad Iswanto mengatakan, pemerintah Aceh terus bekerja sama dengan KBRI memantau para mahasiswa.
Meski belum bisa dipulangkan ke tanah air, Iswanto mengatakan, belasan mahasiswa itu aman dan dalam pengawasan KBRI China.
“Komunikasi intensif dengan KBRI Tiongkok terus dilakukan oleh tim Dinas Sosial. Kita ingin memastikan mahasiswa asal Aceh aman di sana,” kata dia.
Jika memungkinkan, pemerintah Aceh berencana memfasilitasi kepulangan para mahasiswa Aceh di Wuhan.
(TribunTernate.com/Rohmana Kurniandari, Kompas.com)