Virus Corona
Skema Evakuasi TNI AU Hilangkan Nestapa WNI di Wuhan
TNI AU telah menyiagakan tiga pesawatnya guna melakukan penjemputan terhadap 240 WNI yang terkepung wabah virus corona di Wuhan, China.
"Kita sudah siapkan pesawat (dua) Boeing 737 dan 1 C130 Hercules. Kita juga siapkan personel dari batalion kesehatan," ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma TNI Fajar Adrianto saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2020).
Fajar menjelaskan, keputusan menyiagakan tiga pesawatnya sudah berdasarkan hasil rapat antara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Namun demikian, ketiga pesawat tersebut sifatnya masih siap siaga.
Pesawat tersebut baru bisa diberangkatkan ke "Negeri Tirai Bambu" apabila sudah ada perintah dari Kemenlu.
"Nunggu dari Kemenlu bisa tembus enggak ke pemerintah sana (China) agar kita bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," tegas Fajar.
Fajar menambahkan, sejauh ini terdapat 240 WNI yang berada di Kota Wuhan.
Dari jumlah tersebut, Fajar memastikan bahwa ketiga pesawat masih mampu memulangkan semua WNI dari Wuhan.
"Ini kan sementara terdaftar WNI di sana 240-an ya, sekitar itu," terang Fajar.
• Akui Diperintah Jokowi Bongkar Isu Dana Jiwasraya untuk Kampanye, Mahfud MD: Tidak Pandang Bulu
• Cerita Eros Mahasiswa Indonesia Pulang dari Wuhan China Sebut Banyak Hoaks Soal Virus Corona
"Kita juga belum tahu siapa yang kena, siapa yang tidak, untuk menyiapkan kita lebih banyak ada dua Boeing dan satu Hercules. Kalaupun harus mengangkut sampai 100 sampai 200 orang masih mampu," kata Fajar.
Siapkan lokasi karantina
Tak hanya menyiagakan pesawat dalam misi evakuasi, TNI AU juga telah menyiapkan ruang karantina bagi petugas seusai mengevakuasi WNI yang terkepung virus corona di Wuhan, China.
"(Sepulang dari China) dikarantina. Standarnya 28 hari, di RSPI Dr Suliyanti Jakarta," ujar Fajar.
Fajar menjelaskan, sebelum berangkat, para petugas akan mendapat obat anti-penularan, termasuk masker.
Selain itu, petugas juga akan mendapat suplai makanan di bawah pengawasan ketat. Skema tersebut juga akan berlaku setibanya mereka di Tanah Air.
Hal tersebut dilakukan supaya penjemput dipastikan tidak terpapar virus corona.
"Jadi tidak langsung turun, langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu," kata Fajar.