Breaking News:

Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Pelaku Bom Bali Ali Imron: Cukup 2 Jam Cuci Otak Orang Jadi Teroris

Terpidana kasus Bom Bali, Ali Imron, mengaku kecewa jika masih banyak masyarakat dan aparat pemerintah yang menganggap enteng penyebaran paham radikal

Editor: Sri Handayani1
grid.id
Ali Imron. 

sampai saat ini masih dalam proses pembahasan, dan sebentar lagi akan kita akan putuskan kalau sudah dirataskan,

semuanya masih dalam proses, plus dan minusnya, kita kan semuanya harus dihitung, dikalkukasi, plus minusnya, dan masih dibahas dalam rapat." imbuh Jokowi

Cukup Dua Jam untuk Memprovokasi Seseorang Menjadi Teroris

Ali Imron, terpidana kasus bom Bali tahun 2002
Ali Imron, terpidana kasus bom Bali tahun 2002 (YouTube KOMPASTV)

Terpidana kasus Bom Bali, Ali Imron, mengaku kecewa jika masih banyak masyarakat dan aparat pemerintah yang menganggap enteng penyebaran paham radikalisme saat ini.

Tidak peduli berapa pun jumlahnya, sedikit atau banyak, kelompok teroris akan selalu bergerak menyebarkan pemahamannya.

Menurut terpidana seumur hidup itu, hanya butuh waktu dua jam untuk menanamkan paham radikal pada seseorang, memprovokasinya menjadi seorang teroris dan siap melakukan aksi bom bunuh diri.

Tangis Nikita Mirzani Pecah saat Kenang Momen Bayi Arkana Mawardi Koma Tak Digubris Dipo Latief

Siapa Paling Kaya? Simak Daftar Harta Kekayaan Purnawirawan TNI-Polri yang Jadi Menteri Jokowi

"Teroris itu sedikit atau banyak akan terus bergerak dan menyebarkan pemahamannya. Tidak lama untuk memahamkan seseorang, cukup 2 jam, memprovokasi sampai siap bunuh diri," ujar Ali saat menjadi narasumber acara Rosi bertajuk 'Cerita Mantan Teroris' yang ditayangkan KompasTV, Kamis (8/6/2017) malam.

Ali mengatakan, kelompok-kelompok teroris biasanya menyitir ayat-ayat suci Al Quran untuk mencuci otak orang-orang yang akan direkrut.

Para perekrut itu mengatakan, syariat jihad dalam artian perang merupakan perintah Allah.

Mereka selalu menekankan keutamaan jihad dan selalu menegaskan bahwa seseorang yang berjihad akan mati syahid.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved