Hari Pers Nasional
Hari Pers Nasional, Jokowi: Negara Butuh Kehadiran Pers dengan Perspektif Jernih
Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini diperingati Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
TRIBUNTERNATE.COM - Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini diperingati Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dirinya menyebut pentingnya pers dalam menjaga kehidupan demokrasi bangsa dari serangan hoaks hingga ujaran kebencian.
Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi-sapaan Joko Widodo; lewat akun twitternya @jokowi pada Minggu (9/2/2020).
Dalam statusnya, Jokowi menegaskan kehidupan bernegara yang sehat adalah masyarakat ya dapat mengakses informasi yang baik.
"Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat dan baik," tulis Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi menegaskan pentingnya pers.
Bukan hanya sebagai pilar demokrasi keempat, tetapi juga menjernihkan kekacauan informasi.
"Negara membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan demokrasi," ungkapnya.
Jokowi Sering Merasa Gugup dan Gagap
Terlepas dari peran penting pers, Jokowi mengungkapkan perasaannya selama dirinya menjadi pejabat publik.
Jokowi mengaku seringkali gugup ketika berhadapan dengan para wartawan.
Jokowi pun jujur mengaku gagap ketika tidak siap menghadapi sejumlah pertanyaan wartawan.
"Tahukah Anda siapa yang kerap membuat saya gugup? Para wartawan," ungkap Jokowi.
"Yang mengejar saya untuk doorstop interview, yang membuat saya kadang-kadang gugup dan gagap, tak siap ditanya sesuatu," tambahnya.
Rasa gugup dan gagap pun kerap kali dirasakannya, mengingat Jokowi selalu didampingi wartawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/presiden-jokowi-dan-pratikno.jpg)