Breaking News:

Lupa Tutup Jendela, Pengantin Baru Diintip Tetangga hingga Berujung Penjara, Begini Kronologinya

Terungkap kronologi adegan ranjang pengantin baru di Tuban diintip pria ronda berawal dari jendela kamar terbuka.

Editor: Rohmana Kurniandari
benzinga.com
Ilustrasi - mengintip 

"Ketigan handphone milik korban sudah dibawa ke  Polda Sulut, jika tidak bisa juga terpaksa akan dikirim ke Mabes Polri di Jakarta," ucap Kasat Reskrim, AKP Thommy Aruan kepada wartawan Tribunmanado di Lobby Bharadaksa pada Minggu (12/01/2020) sekira pukul 13.40 Wita.

Sebab, pihak Kepolisian masih kesulitan menggali informasi lewat handphone milik kedua korban lantaran posisinya terkunci dengan pola.

Thommy Aruan menyebut kunci informasi kasus ini berada di dalam Hp tersebut

"Kuncinya informasi terkait kasus ini itu ada di handphone, tapi handphone tersebut di lock," ujar Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan

AKP Thommy juga selaku Kasat Reskrim belum menemukan ada keterkaitan orang ketiga dalam kasus kematian keduanya.

"Kalau dilihat dari peristiwa ini belum kita temukan pihak ketiga. Kemungkinan besar ada masalah internal di dalam mereka yang memicu terjadinya peristiwa tersebut," katanya.

2. Hasil autopsi

Polisi melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado pada Minggu (12/01/2019) kemarin.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan mengatakan hasil autopsi kedua korban meninggal karena luka tusukan.

 “Korban perempuan mengalami luka tusukan di leher sebelah kanan sedangkan korban kaki-laki meninggal karena luka tusukan mengarah ke jantung," ungkapnya, dilansir dari Tribun Manado dalam artikel 'HASIL AUTOPSI Jasad Suami Istri Tewas di Kos di Manado, Penyebab Kematian Hingga Kandungan Rosna'

Dia mengungkapkan saat olah TKP, pisau dipegang orang Gung. Namun, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut.

"Kami belum bisa memastikan (kebenaran) seperti apa. (kasus) masih sementara dialami. tapi duga ada cekcok," katanya.

Hasil pemeriksaan CCTV tak ada hal mencurigakan yang ditemukan polisi.

Polisi belum menemukan orang lain masuk dalam kamar.

"Kamar terkunci dari dalam. Analisa CCTV, tidak ada orang mencurigakan masuk dalam kos-kosan," katanya.

3. Periksa enam saksi

AKP Thommy Aruan juga menyebut pihaknya telah memeriksa enam saksi terkait kasus ini, seperti dilansir dari Tribun Manado dalam artikel 'Polisi Periksa 6 Saksi Mengenai Penemuan Jenazah Pasutri di Indekos'

"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 6 orang sebagai saksi yang kami periksa di Mapolresta Manado," kata Aruan, Senin (13/01/2020).

Lanjutnya, saksi-saksi sudah dilakukan beberapa interogasi dan pemeriksaan.

"Untuk saksi-saksi ada dari penjaga kos, tamu yang saat itu juga sedang ada di tempat indekos itu, tamu yang nginep satu malam," katanya.

Tambahnya, ada juga teman kerja dari korban yang perempuan dan juga beberapa orang di sekitar lingkungan tersebut yang kita sudah dimintai keterangan.

"Hingga saat ini, kami masih menunggu hasil autopsi, untuk memastikan kematian kedua korban," ujarnya.

4. Pengakuan penjaga kos

Samuel Kapia (26), seorang penjaga kos memberikan pengakaun bahwa kamar tersebut tidak kedap suara sehingga suara apapun dari dalam kamar tersebut pasti terdengar.

"Biasa biasa aja, tidak terdengar suara berisik dari dalam kamarnya, tidak kedengaran kalau ada cekcok, cuma diem-diem aja. Kalau di sini orang ngomong sedikit kuat saja pasti kedengaran sekali," ujarnya, dilansir dari Tribun Manado dalam artikel 'Sosok Suami Istri Tewas di Manado Diungkap Penjaga Kos, Tak Pernah Cekcok hingga Kondisi Indekos'

Ia menyampaikan bahwa, kedua pasangan tersebut ramah dan kalem. Mereka adalah orang baik.

Walaupun jarang bersosialisasi dengan warga kos.

Samuel Kapia menjelaskan bahwa fasilitas di kamar tersebut sudah lengkap.

"Di kamar kos tersebut sudah ada AC, kamar mandi dalam, dapur dalam, semua lengkap sudah. Perkiraan biaya lebih dari satu juta," ujar Samuel.

Diberitakan sebelumnya, pasangan pengantin baru tewas misterius di dalam kamar kos di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan membeberkan awal mula ditemukannya jasad korban.

Mayat pasangan pengantin baru yang dikabarkan baru menikah bulan november 2019 lalu ini berawal ketika teman korban datang ke kosan Rosna.

Rosna merupakan seorang pekerja swasta, sementara suaminya seorang PNS.

Saat kejadian, bos Rosna meminta temannya untuk datang ke kosan korban.

Sebab, korban seharusnya sudah mulai bekerja pada pukul 14.00 tapi hingga pukul 16.00 Wita korban belum juga terlihat di tempat kerjanya.

Saat itu, teman kantor korban pun mengintip ke dalam kamar korban lantaran saat dipanggil tak ada jawaban.

Dia melihat bercak darah di dinding kamar, kemudian bersama penjaga mendobrak pintu kamar korban.

Mereka melihat Kedua korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dalam keadaan berlumuran darah.

AKP Thommy Aruan beserta anggota Sat Reskrim Polresta Manado masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara.

"Untuk wanita ada beberapa luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

Nanti jumlahnya kita lihat lebih jelas pada saat hasil otopsi keluar.

Kegiatan penyelidikan, akan kita rangkum akan kita analisa dan simpulkan kira-kira peristiwa yang terjadi apa dari saat ini," ujar AKP Thommy.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul KRONOLOGI Adegan Ranjang Pengantin Baru di Tuban Diintip Pria Ronda Gara-gara Jendela Terbuka

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved