Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Kerja dari Pagi Sampai Sore, Penjaga Pulau Sebaru Kecil, Dayat Digaji Rp 70 Ribu Per Hari

Nama Pulau Sebaru Kecil mencuat lantaran dijadikan tempat observasi sebanyak 188 Warga Negara Indonesia (WNI).

Editor: Sansul Sardi
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Dayat (52), warga Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. 

Ia pun kini memilih bekerja kembali sebagai nelayan.

"Memang dasarnya saya nelayan. Jadi sekarang balik lagi jadi nelayan. Cari ikan bareng anak saya," kata bapak empat anak ini.

Menjadi nelayan, Dayat sehari-hari mendapatkan hasil dari tangkapan ikannya kurang lebih Rp 300.000 per hari.

Jumlah itu belum dipotong untuk biaya bahan bakar kapal Rp 120.000.

Kim Jong Un Ancam Bakal Ada Konsekuensi Serius Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara

Iran Siaga Virus Corona: Mantan Dubes Iran di Vatikan Meninggal, Wakil Presiden Iran Terinfeksi

"Enaknya hidup di pulau itu guyub dengan para tetangga. Kalau lagi ada yang kesusahan pasti ada yang bantu. Beda kalau di kota, mikirnya sendiri-sendiri," katanya.

Apalagi, lanjut Dayat, untuk hidup di pulau tidak terlalu berat untuk memikirkan soal makan.

Pasalnya, banyak ikan yang bisa dijadikan lauk tanpa harus membelinya.

"Kalau di pulau cukup punya nasi. Ikannya kita cari di laut, nggak perlu beli," katanya.

WNI ABK World Dream saat tiba di Pulau Sebaru Kecil untuk menjalani observasi di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2/2020). Sebanyak 188 WNI ABK kapal World Dream akan menjalani observasi pencegahan virus corona selama 14 hari kedepan.Tribunnews/Jeprima
WNI ABK World Dream saat tiba di Pulau Sebaru Kecil untuk menjalani observasi di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2/2020). Sebanyak 188 WNI ABK kapal World Dream akan menjalani observasi pencegahan virus corona selama 14 hari kedepan.Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Namun, kini ia mengaku tubuhnya tak sekuat saat muda yang tahan segala cuaca, kuat diterpa panas dan angin laut.

Dayat pernah mencoba peruntungan untuk bekerja sebagai penjaga kapal.

"Pernah setahun lalu kerja di Pantai Mutiara (Penjaringan, Jakarta Utara) jadi penjaga kapal. Tugasnya menyiapkan kapal-kapal majikan saya kalau mau dipakai. Juga merawat kapal-kapalnya," kata Dayat.

Ia mengaku digaji Rp 5 juta. Jumlah yang cukup besar baginya.

Sejumlah warga yang mengatasnamakan masyarakat Kepulauan Seribu meminta pemerintah pusat maupun daerah memperhatikan dampak ekonomi dari pemilihan Pulau Sebaru Kecil jadi lokasi observasi 188 WNI kapal World Dream.
Sejumlah warga yang mengatasnamakan masyarakat Kepulauan Seribu meminta pemerintah pusat maupun daerah memperhatikan dampak ekonomi dari pemilihan Pulau Sebaru Kecil jadi lokasi observasi 188 WNI kapal World Dream. (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Ia pulang pergi ke rumahnya seminggu sekali. Tapi kembali ia tinggalkan pekerjaan itu.

Kini ia memilih kembali tinggal bersama keluarganya di pulau.

"Lebih baik hidup sederhana tapi masih bisa ketemu keluarga tiap hari di pulau," katanya. (tribun network/denis/M Yusuf)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Penjaga Pulau Sebaru Kecil, Dayat Digaji Rp 70 Ribu Per Hari, Kerja dari Pagi Sampai Sore

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved