Rabu, 22 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Kepala Dinkes Depok Sebut 73 Staf Medis RS Mitra Keluarga Depok Status ODP Belum Perlu Dikarantina

Sebanyak 73 petugas medis dan staf RS Mitra Keluarga Depok saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Editor: Sansul Sardi
Wartakota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas dan para medis RS Mitra Keluarga Depok memakai masker 95 saat memberikan pelayanan kepada warga, Senin (2/3/2020). Sebelumnya 2 orang warga Depok positif terjangkit Virus Corona sempat dirawat di RS tersebut sebelum di Isolasi. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNTERNATE.COM - Petugas medis dan staf RS Mitra Keluarga Depok saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Setidaknya ada 73 orang berstatus ODP.

Mereka pun diliburkan karena diduga berinteraksi dengan dua pasien yang positif terinfeksi virus corona.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua orang pasien positif virus corona itu sempat memeriksakan kesehatannya di RS Mitra Keluarga Depok pada akhir Februari 2020 lalu.

"Itu di rumah. Mereka (pihak RS) proaktif di rumah melakukan pemantauan."

"Yang jelas mereka dalam pemeriksaan," jelas Wali Kota Depok Mohammad Idris, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (4/3/2020).

Mohammad Idris.
Mohammad Idris. (Ist/Tribunnews.com)

Menurut Idris, 73 petugas medis tersebut hingga saat ini kondisinya masih sehat.

Lima orang di antaranya menunjukkan gejala flu, tetapi Idris berujar bahwa gejala tersebut tak mengarah pada dugaan terpapar virus corona.

"Mereka dalam pantauan. Suhu badannya di setiap hari, pagi-sore pagi-sore diperiksa selama 14 hari," tutur Idris.

"Setelah itu, mereka akan kembali bekerja di (RS) Mitra Keluarga," tambahnya.

Geram dengan Penimbun Masker di Tengah Wabah Corona, Aming: Siapa Lebih Jahat? Corona Apa Manusia?

Wali Kota Depok Dikecam karena Buka Alamat Pasien Corona, Yunarto Wijaya Sampai Berkata Kasar

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan 73 orang ini belum perlu dikarantina atau diisolasi.

Pasalnya mereka masih jauh dari dugaan terpapar virus corona.

Menurut Novarita, hal itu sudah sesuai dengan prosedur Kementerian Kesehatan.

"Iya (sesuai dengan prosedur Kementerian Kesehatan). Kan dipantau, kalau sudah positif baru dikarantina di ruang isolasi."

"Kalau ini kan masih dalam pengawasan," jelas Novarita, seperti yang diberitakan Kompas.com, Senin (2/3/2020).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved