Perayaan Nyepi di Bali Sepi Tanpa Ogoh-ogoh

Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 yang jatuh pada Rabu (25/03) ini akan terasa berbeda bagi warga Bali.

Perayaan Nyepi di Bali Sepi Tanpa Ogoh-ogoh
Tribun Bali/Rizal Fanany
Situasi Pantai Kuta, Badung, Bali terlihat lengang dari aktivitas turis, Sabtu (21/3/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 jatuh pada Rabu (25/03) hari ini.

Namun kali ini akan terasa berbeda bagi warga Bali.

Pasalnya, wabah virus corona menyebabkan pengarakan ogoh-ogoh atau patung raksasa yang biasa dilakukan sehari menjelang Nyepi ditiadakan.

Tradisi mengarak ogoh-ogoh, seperti yang selalu dilakukan setiap tahun, selalu menjadi peristiwa yang dinanti oleh warga, baik umat Hindu maupun pemeluk agama lain.

Pawai ogoh-ogoh tahun ini ditiadakan setelah Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan instruksi pelarangan hari Jumat (20/3/2020).

Jadi Bahan Hand Sanitizer Cegah Corona, Ini Sebenarnya Khasiat dari Ciu dan Kayu Bajakah

Dampak Corona, Ketua Komisi X: Kami Sepakat UN Ditiadakan, Kelulusan Siswa Ditentukan Nilai Raport

Selain melarang pengarakan ogoh-ogoh, gubernur Bali juga memerintahkan agar pelaksanaan upacara Melasti, proses penyucian menjelang Nyepi, diikuti maksimal oleh 25 orang.

Padahal, biasanya proses melasti diikuti hampir semua warga adat desa.

Pelarangan pawai ogoh-ogoh dan pembatasan jumlah peserta melasti itu keluar setelah gubernur Bali membuat surat edaran bersama dengan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali dan Majelis Desa Adat.

Dalam surat edaran pertama tertanggal 17 Maret 2020 itu, ketiga lembaga ini belum melarang.

Seruan masih sebatas imbauan agar pengarakan ogoh-ogoh ditiadakan.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved