Virus Corona

Mengenal Istilah Super Spreader yang Bisa Menularkan Corona dengan Cepat, Ini Cara Menghindarinya

Di berbagai negara, keberadaan seseorang yang disebut sebagai super spreader telah menyebabkan banyak orang tertular virus corona.

Shutterstock
Ilustrasi - Warga Thailand mengenakan masker untuk menjaga diri dari risiko terpapar virus corona, awal Februari 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Per Minggu (29/3/2020), kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai angka 1.285.

Sebanyak 114 di antaranya meninggal dunia dan 64 lainnya sudah dinyatakan sembuh. Ini menandakan bahwa jumlah orang yang tertular semakin meningkat setiap harinya.

Ditambah lagi, ada desas-desus tentang "super spreader" yang bisa menyebarkan virus corona pada banyak orang dengan mudah, dalam waktu singkat. Apakah super spreader memiliki ciri-ciri yang kasat mata?

“Berkenalan” dengan super spreader

Di berbagai negara, keberadaan seseorang yang disebut sebagai super spreader telah menyebabkan banyak orang tertular virus corona.

Misalnya di Korea Selatan. Di sana, ada seseorang yang diduga super spreader, menularkan virus corona ke lebih dari 30 orang.

Kemudian di India, seorang pemuka agama yang dianggap sebagai super spreader, menolak untuk diisolasi dan justru melakukan tugas keagamaan di berbagai desa. Akibatnya, belasan ribu orang harus dikarantina oleh pihak keamanan.

Hampir 300 Orang di Iran Tewas Setelah Minum Metanol yang Dikira Bisa Obati Virus Corona

Setelah diselidiki, ternyata sang pemuka agama itu baru saja pulang dari Jerman dan Italia, negara dengan angka kasus virus corona yang sangat tinggi.

Lantas, apa yang membedakan super spreader dengan pasien virus corona biasa?

Sebuah riset di Wuhan, Tiongkok, menyebutkan bahwa pasien virus corona pada umumnya, akan menularkan virus tersebut kepada setidaknya 2 orang.

Halaman
123
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved