Breaking News:

Virus Corona

Ini Penjelasan Ahli soal Terinfeksi Virus Corona Tapi Tak Bergejala

Namun, saat ini sudah banyak terjadi perubahan gejala pada orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Editor: Sri Handayani1
Kompas.com
Ilustrasi virus corona 

Jika imunitas seseorang lemah, maka reaksi atau respons berupa gejala yang dimunculkan oleh tubuh juga akan lebih berat.

Begitu pun sebaliknya.

Namun, jika hanya dilihat dari faktor agent saja, belum diketahui secara pasti apakah perubahan gejala menjadi asimtomatik atau parah adalah pengaruh mutasi pada virus penyebab Covid-19.

"Setidaknya secara teori (bisa jadi ada mutasi). Tapi sampai sekarang belum ada bukti kuat kalau keparahan penyakit disebabkan oleh mutasi virus," ujar dia.

Tak Semua Bisa Akses Internet, Nadiem Makarim Gandeng TVRI, Luncurkan Program Pembelajaran Lewat TV

Jangan Sembarangan, Ini Cara Buang Masker Bekas yang Tepat, Disemprot Disinfektan Lalu Digunting

Panji menekankan bahwa sebenarnya yang menjadi masalah utama bukanlah asimtomatik atau tidak, tetapi apakah orang yang asimtomatik ini menjadi sumber penularan atau tidak.

Ada dugaan kuat bahwa orang tanpa gejala atau asimtomatik masih dapat menularkan virus SARS-CoV-2 yang ada pada tubuhnya ke orang lain di sekitarnya tanpa disadari.

"Ini sangat merepotkan, karena sumber penularan jadi sulit teridentifikasi dan diisolasi," tutur dia.

Sebaliknya, antibodi dari tubuh OTG atau pasien yang sembuh memang bisa dipelajari untuk membuat serum bagi pasien dengan gejala, tetapi masih membutuhkan kajian dan penelitian lebih lanjut.

"Penggunaan plasma orang yang sudah sembuh memang bisa digunakan untuk kasus-kasus berat.

Makanya, hanya digunakan untuk pasien-pasien kritis," kata dia. (Kompas.com/Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terinfeksi Virus Corona tapi Tak Bergejala, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved