Virus Corona
Walkot Surabaya Kunjungi Keluarga Dokter yang Meninggal Tertular Corona: Saya Janji Beri Penghargaan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa kehilangan karena meninggalnya salah satu dokter yang bertugas di IGD RSUD dr Soewandhie.
Risma memerintahkan para tenaga kesehatan disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat menangani pasien.
Menurutnya, dokter, perawat, dan tenaga administrasi, harus mengenakan APD lengkap.
"Saya minta nanti garda terdepan harus menggunakan APD terbaik dan lengkap, baik para perawat, dokter dan juga bagian administrasi," kata Risma.
Sebelum menolong pasien, Risma meminta agar para tenaga kesehatan tidak mengabaikan keamanan dan kesehatan diri.
Tenaga medis diminta tak lalai mengenakan APD lengkap.
"Tolong semuanya juga pake face shield. Semangat ya semuanya," kata Risma.
Kemudian, Risma juga juga berpesan agar semua tenaga kesehatan berhati-hati.
"Sekali lagi saya mohon, ayo kita bersama-sama menjaga diri kita masing-masing dan selalu hati-hati," ujar Risma.
Sebelumnya diberitakan, Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, almarhum merupakan salah satu dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19.
"Kemarin pagi saat dirawat di ICU kondisinya membaik. Terus saya dikabari (Senin) jam 17.46 WIB meninggal dunia. Padahal, sudah negatif semua, tiga kali tes swab hasilnya negatif," ujar dia. (Kompas.com/Ghinan Salman)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kunjungi Keluarga Dokter yang Meninggal, Risma: Saya Janji Beri Penghargaan"