Ingat! Telur Ayam Infertil Dilarang Dijual di Pasar, Begini Cara Membedakannya dengan Telur Ayam Ras

Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) melarang peredaran telur ayam infertil.

KOMPAS.com/DEAN PAHREVI
Ilustrasi salah seorang pedagang telur 

"Paling gampang bedakan itu kalau telur ayam peternak itu coklat atau putih agak kecoklatan.

Sementara ciri telur HE itu putih atau pucat. Kalau telur ayam peternak di suhu normal bisa 30 hari, telur HE bisa seminggu saja bisa bertahan. Kalau dari ukuran telurnya itu sama," terang dia.

Dikatakan Rofiyasifun, telur ayam negeri atau ras (final stock/FS) yang dihasilkan peternak juga terkadang memiliki warna pucat. Namun, jumlahnya sangat sedikit.

"Telur dari FS juga ada yang putih, tapi sangat sedikit. Kenapa bisa putih? Karena ayamnya ada trouble seperti sedang sakit.

Tapi dari total telur yang diproduksi di farm, telur yang warnanya putih hanya sekitar 2-3 persen. Misalnya peternakan saya setiap hari bisa produksi 1 ton telur ayam, paling yang warnanya pucat 5 kilogram saja," ujar dia.

Peternak layer mengeluhkan harga telur ayam negeri yang anjlok sejak beberapa pekan terakhir.

Bahkan di Blitar Jawa Timur yang jadi sentra ayam layer, harga telur sempat berada di Rp 11.000/kg di tingkat peternak, meski saat ini harganya sudah mulai membaik.

Tak Bisa Goreng Telur Hanya Akting Belaka, Video Nia Ramadhani Luwes Masak di Dapur Jadi Sorotan

Kembali Trending, Nia Ramadhani Ketakutan saat Ditantang Goreng Telur: Gak Mau Gue Minyaknya Meletup

Rofiyasifun, mengatakan merosotnya harga telur ayam negeri ini karena merembesnya peredaran telur infertil atau yang dikenal dengan telur HE.

Harga telur sendiri saat ini sudah mulai membaik.

"Lagi banjir telur HE dari perusahaan-perusahaan breeding. Banyak telur dari breeding tidak ditetaskan, lalu merembes ke pasar. Ini yang buat harga telur ayam jatuh," tutur Rofiyasifun.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved