Viral
Ini Penjelasan Ketua RT soal Video Viral Warga di Magetan Usir Pendatang Pakai Meriam Bambu
Sebuah video memperlihatkan sekelompok pemuda mengusir warga yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu viral di media sosial.
TRIBUNTERNATE.COM - Berbagai cara terus dilakukan masyarakat desa untuk mencegah pendatang dari luar daerah masuk ke dalam desa.
Dari cara halus hingga ekstrim pun dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah.
Salah satu cara unik dan viral di media sosial dilakukan oleh sekelompok pemuda di pintu masuk desa viral di media sosial.
Di mana para pemuda itu mengusir warga yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu.
Pemuda itu mengusir warga yang datang karena desa tersebut ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.
Para pendatang yang ngeyel ingin memasuki desa untuk mengunjungi kerabat atau koleganya "diusir" menggunakan dentuman meriam bambu.
Video viral tersebut terjadi di Desa Ringin Agung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Ketua RT 4 Desa Ringin Agung Suparno mengatakan, video tersebut hanya bagian dari sosialisasi bahwa desa tersebut ditutup selama Lebaran.
• UPDATE Sebaran Virus Corona di Indonesia Rabu (27/5/2020): Jatim Catat 199 Kasus Baru, Total 4.142
• Update Corona Global Rabu 27 Mei 2020: 5,6 Juta Orang Terinfeksi, Brasil Catat 2.147 Kasus Baru
"Tidak sampai begitu, itu hanya sosialisasi bahwa jalan desa selama Lebaran ditutup sementara," kata Suparno saat ditemui di rumahnya, Selasa (26/5/2020).
Suparno menceritakan, bermain meriam bambu telah menjadi tradisi warga Desa Ringin Agung.
Masyarakat menyalakan meriam bambu saat memasuki bulan Ramadhan sampai tujuh hari setelah Lebaran.
Setiap sore, puluhan pemuda akan menyalakan meriam bambu menjelang berbuka puasa.
"Sudah tradisi setiap bulan puasa, menjelang buka remaja di sini menyalakan meriam bambu," kata Suparno.
Perang meriam bambu biasanya diadakan di lingkungan Dukuh Ndasun.
Sebab, wilayah itu berada di pinggir sawah desa sehingga kegiatan perang meriam bambu tak mengganggu aktivitas warga lain.