Viral
Ini Penjelasan Ketua RT soal Video Viral Warga di Magetan Usir Pendatang Pakai Meriam Bambu
Sebuah video memperlihatkan sekelompok pemuda mengusir warga yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu viral di media sosial.
Menurut dia, tradisi perang meriam bambu telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.
“Dulu kan belum ada petasan.
Jadi membunyikan meriam bambu selain sebagai hiburan juga sebagai tanda berbuka puasa,” imbuhnya.

Pohon bambu yang tumbuh subur di Desa Ringin Agung, kata Suparto, menjadi penyebab perang meriam bambu menjadi tradisi di desanya.
• BREAKING NEWS: Tambah 686, Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia Jadi 23.851 per 27 Mei 2020
• Maling Ikut Diisolasi Gegara Tak Sadar Curi HP Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Corona RSUD Mimika
Warga juga memanfaatkan bambu sebagai bahan baku membuat sejumlah kerajinan, seperti caping, kukusan, dan lainnya.
“Hampir seluruh penduduk di sini berprofesi sebagai perajin anyaman bambu,” ucapnya.
Menjelang puasa, biasanya para remaja di Dukuh Ndasun menyiapkan bambu terbesar dan terbaik untuk dibuat meriam.
Para remaja Dukuh Ndasun yang tergabung dalam karang taruna bahkan membuat festival perang meriam bambu pada 2019.
Sebanyak 50 meriam bambu ikut dalam festival itu.
”Setiap tahun itu ada kegiatan itu, tapi tahun ini karena ada Covid-19 kegiatan tersebut kita tiadakan,” kata Suparno.
Meski begitu, sejumlah remaja di lingkungan Dukuh Ndasun tetap membuat meriam bambu.
Mereka menyalakan meriam setiap menjelang buka puasa dan Idul Fitri.
“Besok sudah enggak ada (meriam bambu), kita sudah buka portal jalan desa,” kata Suparno.
Warga Desa Ringin Agung tetap melestarikan tradisi perang meriam bambu setiap bulan Ramadhan dan Lebaran.
Warga, kata Suparno, berencana membuat festival meriam bambu yang lebih meriah pada tahun depan. (Kompas.com/Sukoco)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya"