Breaking News:

Idul Adha 2020

Dari Tidur di Karpet Jutaan hingga Mandi Siang Agar Tak Masuk Angin, Ini Kisah Unik Sapi-sapi Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyumbangkan sapi kurban ke berbagai wilayah di Indonesia pada Idul Adha 2020.

KOMPAS.com/JUNAEDI
Ilustrasi - Sapi Jokowi 

"Ada banyak upaya yang saya lakukan agar Puang Tedong tetap sehat dan bisa diserahkan utuh ke Presiden Jokowi.

Saya sudah beri dua lembar karpet hitam, menjaga mandi, dan makannya tiga kali sehari," kata Rahman.

"Ini bukan hanya soal harganya yang fantastis dan membuat saya senang, lebih dari itu saya bangga karena sapi kesayangan saya dibeli orang penting,” lanjut dia saat ditemui Kompas.com, Minggu (26/7/2020).

Bahkan dirinya rutin melakukan ronda malam agar sapi yang dibeli orang nomor satu di Indonesia

itu tidak hilang.

Rahman membanderol sapinya dengan harga Rp 100 juta, namun akhirnya dilepas dengan harga Rp 89 juta.

Ketika hendak dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban, sapi Puang Tedong sempat mengamuk.

Ia menyeruduk benda apa saja di sekitarnya dan sempat membuat masyarakat ketakutan.

Beda Cara, Ini 2 Tips Olah Daging Kambing dan Babat Sapi Agar Tidak Amis Lengkap dengan Triknya

Tak Suka Daging Sapi Alot? Ini 5 Cara Mudah Masak Daging Menjadi Empuk saat Idul Adha

Usai mengamuk dua jam, sapi itu kembali tenang dan dibawa ke tempat penyembelihan hewan kurban.

Muhammad Sholeh bersama sapi miliknya yang dibeli Presiden Joko Widodo, saat ditemui di kandang sapi miliknya di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, Kamis (23/7/2020). Presiden Jokowi memilih sapi dengan bobot 1,04 ton itu untuk kurban dan akan diserahkan ke Masjid Al Akbar, Surabaya, pada Hari Raya Idul Adha.
Muhammad Sholeh bersama sapi miliknya yang dibeli Presiden Joko Widodo, saat ditemui di kandang sapi miliknya di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, Kamis (23/7/2020). Presiden Jokowi memilih sapi dengan bobot 1,04 ton itu untuk kurban dan akan diserahkan ke Masjid Al Akbar, Surabaya, pada Hari Raya Idul Adha. (KOMPAS.com/HAMZAH ARFAH)

2. Mandi di siang hari, agar tak masuk angin

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved