Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Wamenhan: Itu Bukan Pendidikan Militer, Tapi Bela Negara

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, program bela negara tidak bersifat wajib.

Editor: Sansul Sardi
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto memberikan ceramah pembekalan kepada Pasis Dikreg LIX Seskoad TA 2020, bertempat di Gd. Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Rabu (12/08/2020). Menhan RI tiba di Seskoad pada pukul 08.50 dengan menggunakan Helikopter VIP TNI AU dan disambut oleh Wakasad Letjen TNI Moch. Fachrudin, Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho, MMDS., M.A., Panglima Kodam III/Slw Mayjen TNI Nugroho Budi dan para pejabat utama Seskoad di depan gedung Gatot Subroto Seskoad. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNTERNATE.COM - Program bela negara untuk mahasiswa belakangan ini tengah menjadi perbincangan masyarakat.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, program bela negara tidak bersifat wajib.

Menurut Trenggono, mahasiswa mempunyai pilihan untuk ikut program tersebut atau tidak.

“Itu bukan sesuatu yang harus (wajib), artinya semacam pilihan kalau memang mahasiswa ingin, dia ingin bergaya, dia juga ingin belajar kedisiplinan gitu bisa,” ungkap Trenggono dalam sebuah wawancara radio, Rabu (19/8/2020).

Pindad Klaim Harga Mobil Maung Sipil Akan Lebih Murah Dibanding Versi Militer

Benarkah Tahun Depan Belanja Menhan Prabowo Naik Jadi Rp 137 Triliun? Ini Penjelasan Sri Mulyani

“Tapi, bagi mereka yang tidak berminat tidak apa-apa juga, jadi bukan sesuatu yang harus sifatnya,” tutur dia.

Trenggono mengatakan, program pendidikan bela negara yang diinisiasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bukan merupakan pendidikan militer.

“Itu bukan pendidikan militer, tapi bela negara. Bela negara itu bukan militer, nanti kesannya itu militerisasi,” kata Trenggono

Rencananya, Kemenhan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) dalam mewujudkan program tersebut.

Trenggono menjelaskan, saat ini implementasi program bela negara masih dalam tahap pembahasan dengan Kemendikbud.

Menurut dia, program bela negara nantinya akan digabungkan dengan program Merdeka Belajar.

“Terkait dengan program mahasiswa, kita diskusi dengan menteri pendidikan dan kebudayaan di sana itu ada program namanya Merdeka Belajar, mahasiswa itu mengambil satu kegiatan untuk belajar tentang bela negara,” ujar Trenggono.

Trenggono menekankan, bela negara tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi ditujukan untuk semua warga negara.

“Sebenarnya tidak hanya untuk mahasiswa, semua milenial termasuk yang dewasa pun harus punya jiwa bela negara.

Karena kita ini di Indonesia harus ada yang kita banggakan di kancah internasional, kebanggaan kita sebagai warga bangsa,” tutur dia.

Daftar Lengkap Nama 75 Paslon Pilkada yang Diusung PDIP, Ada Keponakan Prabowo Hingga Menantu Jokowi

Sebelumnya diberitakan, Kemenhan tengah menjajaki kerja sama dengan Kemendikbud.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved