Alat Vital Kena Tendang Saat Bermain, Bocah SD Ini Tak Bisa Buang Hajat hingga Operasi Beberapa Kali
Sejak enam bulan lalu, Akbar, bocah kelas IV SD itu hanya bisa terbaring di atas tempat tidur.
Saluran itu terletak di perut bagian kiri, sebagai pengganti saluran buang hajat lewat anus yang belum bisa berfungsi.
"Buang hajatnya lewat lubang itu. Saya bersihkan setiap setengah jam," ungkap Rodiyah.
Pengobatan rutin
Untuk menangani pembengkakan pada alat vitalnya, Akbar menjalani perawatan selama tiga pekan dan beberapa operasi di RSUD Jombang.
Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 75 juta.
Saat Akbar meninggalkan rumah sakit, sebenarnya masih ada kekurangan biaya sebesar Rp 12 juta.
"Tapi waktu itu saya minta keringanan, akhirnya yang Rp 12 juta dibebaskan," ungkap Rodiyah.
Usai menjalani operasi, Akbar melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin setiap lima hari sekali.
Setiap kali memeriksakan anaknya, Rodiyah harus menyediakan uang antara Rp 800.000 hingga Rp 1 juta.
Biaya itu disiapkan karena keluarganya tidak tercover dalam program jaminan kesehatan (JKN-KIS).
Di sisi lain, sepeninggal suaminya, Rodiyah tidak bisa lagi bekerja dan kini terpaksa numpang tinggal di rumah saudaranya.
"Dulu masih bisa ngontrak (rumah). Waktu bapaknya masih ada, saya bisa kerja jualan ikan, tapi sekarang tidak bisa," ungkap Rodiyah. (Kompas.com/Moh. Syafii)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Derita Akbar Tak Bisa Buang Hajat Setelah Alat Vital Kena Tendang Saat Bermain"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/achmad-syawaludin-akbar-tak-bisa-buang-hajat-setelah-kena-tendang.jpg)