Virus Corona
Tarif Tes Swab Mandiri Rp 900Ribu, Politikus Demokrat: Tetap Menyisakan Masalah Bagi Warga Tak Mampu
Fraksi Demokrat Anwar Hafid menilai adanya patokan tarif atau batas tertinggi harus dihargai karena membuat ada kepastian tarif di masyarakat.
Kompartemen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Fajaruddin Sihombing mengatakan, rumah sakit akan berusaha mematuhi ketetapan tersebut.

Tentu setelah pemerintah menetapkan batas tarif pemeriksaan swab PCR, RS berusaha untuk mematuhinya," ujar dia saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (4/10/2020).
Menurutnya, ada baiknya pemerintah lebih merinci dan mengatur harga komponen lain seperti harga pembelian mesin PCR maupun harga reagant.
Alasanya, rumah sakit telah membeli dengan harga yang berbeda-beda, sehingga tarif yang ditetapkan masing-masing RS pun berbeda.
"Bagi Rumah Sakit yang tidak punya mesin PCR, biaya ditambah lagi dengan biaya transport dan SDM untuk mengantar bahan/sample pemeriksaan ke laboratorium/RS rujukan. Di beberapa daerah perjalan menuju laboratorium/RS rujukan butuh waktu lama bahkan sampai 1 hari,"
"Harapan kami sebelum menetapkan tarif pemeriksaan swab PCR, pemerintah harus mengatur dulu harga mesin PCR dan harga mesin pendukung lainnya serta harga reagent," harapnya.
Pihaknya melanjutkan, dengan adanya harga yang ditentukan pemerintah khusus untuk pemeriksaan mandiri dapat meningkatkan bagian dari testing dan tracing Covid-19 di masyarakat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Tarif Tes Swab, Politikus Demokrat: Tetap Akan Menyisakan Masalah Bagi Masyarakat Tak Mampu
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi