Breaking News:

Virus Corona

Tarif Tes Swab Mandiri Rp 900Ribu, Politikus Demokrat: Tetap Menyisakan Masalah Bagi Warga Tak Mampu

Fraksi Demokrat Anwar Hafid menilai adanya patokan tarif atau batas tertinggi harus dihargai karena membuat ada kepastian tarif di masyarakat.

Editor: Sri Handayani1
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
TES COVID UNTUK PEDAGANG PASAR. Petugas medis mengambil sampel uji swab pedagang pasar di Balai Desa Condong Catur, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (9/6/2020) 

Dengan begitu nantinya tarif tes swab mandiri tersebut tidak dimanfaatkan dan menjadi kesempatan bagi oknum-oknum tertentu mendapatkan keuntungan pribadi di tengah pandemi.

Anwar pun mengusulkan agar tarif swab test disubsidi oleh negara dengan alasan menyangkut kesehatan masyarakat Tanah Air.

Banyak yang Meragukan Hasil Tes Swab, Achmad Yurianto: Akurat Jika Prosedurnya Benar

Ketua DPRD Brebes Ternyata Positif Covid-19, Berawal dari Iseng Jalani Tes Swab

"Sebaiknya biaya swab tetap disubsidi oleh negara karena ini menyangkut kesehatan rakyat. Tapi jika tidak pun, biaya batas harga juga harus dipastikan sesuai dengan kemampuan publik, bahkan bagi mereka yang miskin dan tidak mampu harus digratiskan. Terutama karena saat ini kita dalam situasi pandemi," katanya.

Respons rumah sakit

Pemerintah telah menetapkan tarif swab mandiri dengan metode real-time polymerase chain reaction (RT PCR) yaitu sebesar Rp 900ribu. Apa respon rumah sakit?

Kompartemen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Fajaruddin Sihombing mengatakan, rumah sakit akan berusaha mematuhi ketetapan tersebut.

Peserta seleksi kompetisi bidang (SKB) bagi CPNS Pemkot Surabaya dengan hasil rapid tes reaktif menjalani tes usap (swab) usai mengikuti tes di GOR Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/9/2020). Seleksi itu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, mulai dari mengenakan masker, pelindung wajah, dan sarung tangan serta jarak antar peserta tes, termasuk memisahkan peserta dengan hasil rapid tes reaktif dalam bilik khusus. Sebanyak 1.142 orang mengikuti SKB CPNS Pemkot Surabaya selama 3 hari di mana dalam satu hari terdapat 3 sesi dengan peserta sebanyak 140 orang. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Peserta seleksi kompetisi bidang (SKB) bagi CPNS Pemkot Surabaya dengan hasil rapid tes reaktif menjalani tes usap (swab) usai mengikuti tes di GOR Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/9/2020). Seleksi itu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, mulai dari mengenakan masker, pelindung wajah, dan sarung tangan serta jarak antar peserta tes, termasuk memisahkan peserta dengan hasil rapid tes reaktif dalam bilik khusus. Sebanyak 1.142 orang mengikuti SKB CPNS Pemkot Surabaya selama 3 hari di mana dalam satu hari terdapat 3 sesi dengan peserta sebanyak 140 orang. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Tentu setelah pemerintah menetapkan batas tarif pemeriksaan swab PCR, RS berusaha untuk mematuhinya," ujar dia saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (4/10/2020).

Menurutnya, ada baiknya pemerintah lebih merinci dan mengatur harga komponen lain seperti harga pembelian mesin PCR maupun harga reagant.

Alasanya, rumah sakit telah membeli dengan harga yang berbeda-beda, sehingga tarif yang ditetapkan masing-masing RS pun berbeda.

"Bagi Rumah Sakit yang tidak punya mesin PCR, biaya ditambah lagi dengan biaya transport dan SDM untuk mengantar bahan/sample pemeriksaan ke laboratorium/RS rujukan. Di beberapa daerah perjalan menuju laboratorium/RS rujukan butuh waktu lama bahkan sampai 1 hari,"

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved