Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hari Sumpah Pemuda

Mengenal Arti Logo Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 Tahun 2020 dari Kemenpora

Beberapa waktu lalu Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sudah meluncurkan Logo Hari Sumpah Pemuda .

Editor: Sansul Sardi
kemenpora.go.id
Arti Logo Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 

Jika dibaca dengan ejaan baru, begini bunyi teks Sumpah Pemuda:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia."

Di balik perjuangan para pemuda pemudi saat itu, terdapat beberapa fakta seputar Hari Sumpah Pemuda yang patut diketahui.

1. Diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai suku di Indonesia

Dilansir dari Kompas.com, Kongres Pemuda II yang menjadi cikal bakal Sumpah Pemuda diikuti oleh peserta yang jumlahnya mencapai 700 orang dari berbagai suku di Indonesia.

Para peserta Kongres Pemuda II berasal dari berbagai organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, di antaranya Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), dan Pemuda Kaum Betawi.

Namun dari sekian banyak peserta, tercatat hanya ada 6 pemudi yang ikut serta dalam peristiwa bersejarah ini.

Dilansir Grid.ID dari Bobo. grid.id, mereka di antaranya Dien Patow, Emma Poeradiredjo, Jo Tumbuan, Nona Tumbel, Poernamawoelan, dan Siti Sundari.

Baca juga: Kumpulan 10 Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Cocok Dibagikan di Sosmed & Jadi Status WA

Baca juga: Telan Biaya Rp 1,8 Triliun, Jokowi Resmikan Jembatan Youtefa di Papua Tepat Hari Sumpah Pemuda

2. Awalnya tak disebut sebagai Sumpah Pemuda

Dilansir dari laman Tribun Manado, ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan dalam Kongres Pemuda II dirumuskan oleh Mohammad Yamin.

Pada kongres tersebut, Yamin bertugas sebagai sekretaris sekaligus perumus tunggal dari naskah Sumpah Pemuda.

Akan tetapi pada waktu itu, baik peristiwa maupun rumusan ikrar tersebut tak memiliki sebutan atau judul tertentu seperti yang kita kenal sekarang.

Penyebutan istilah Sumpah Pemuda baru diberlakukan resmi sejak tahun 1959 dengan dikeluarkannya Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang menetapkan Hari Sumpah Pemuda sebagai Hari Nasional.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved