Hari Sumpah Pemuda
Mengenal Arti Logo Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 Tahun 2020 dari Kemenpora
Beberapa waktu lalu Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sudah meluncurkan Logo Hari Sumpah Pemuda .
3. Lagu Indonesia Raya Diperdengarkan Tanpa Syair
Lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki kaitan erat dengan peristiwa Sumpah Pemuda karena pada hari itu lagu ini diperdengarkan untuk pertama kalinya di hadapan para peserta Kongres Pemuda II.
Lagu ini diciptakan dan dibawakan oleh Wage Rudolf Supratman atau yang dikenal sebagai WR Supratman.
Mengingat Kongres Pemuda II mendapat pengawasan ketat dari polisi Belanda, lagu ini akhirnya hanya dimainkan dengan instrumen biola tanpa menggunakan syair.
4. Para peserta Kongres Pemuda II justru masih menggunakan bahasa Belanda
Dalam rumusan Sumpah Pemuda terdapat pernyataan untuk menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Akan tetapi, selama berlangsungnya Kongres Pemuda II ternyata penggunaan bahasa Belanda masih mendominasi.
Misalnya, Siti Soendari yang turut menyampaikan pidatonya dalam kongres tersebut dalam bahasa Belanda.
Tak hanya pembicara, para notulen rapat pun diketahui menulis catatan menggunakan bahasa Belanda.
Meskipun demikian, ada pula yang mahir berbahasa Melayu, yakni sang perumus ikrar Sumpah Pemuda, Mohammad Yamin.
5. Dijaga ketat polisi Belanda dan peserta dilarang mengucap kata merdeka
Kongres Pemuda II memang berhasil digelar, namun bukan berarti penyelenggaraannya tak mendapat halangan dari penjajah Belanda yang menguasai Indonesia pada masa itu.
Dilansir laman Bobo.grid.id, acara Kongres Pemuda II ternyata berlangsung dengan penjagaan ketat dari para polisi Belanda.
Tak hanya itu, para pemuda dilarang keras untuk mengucapkan kata merdeka.
Meskipun begitu, para pemuda sangat cerdik untuk menyiasati keterbatasan tersebut.