Breaking News:

Apakah Ada Kemungkinan Covid-19 Menular Lewat Air Mata? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 diketahui menular melalui percikan air liur/droplet baik dari hidung maupun mulut.

Editor: Rizki A
Kompas.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNTERNATE.COM - Begitu cepat dan masifnya penyebaran virus corona Covid-19, menunjukkan betapa mudahnya virus tersebut menular.

Diketahui, virus corona jenis baru SARS-CoV-2 dapat menyebar lewat droplet atau percikan air yang melayang di udara dan masuk ke hidung atau mulut.

Namun, ada satu pertanyaan yang muncul, bisakah virus corona Covid-19 itu menular lewat air mata?

Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Suhardjo mengatakan kemungkinan penularan Covid-19 melalui air mata terbilang kecil.

Dikatakannya, ada sedikit kasus mata merah atau konjungtivis pada individu yang terinfeksi Covid-19.

"Air mata bisa jadi media penularan, tapi kemungkinannya kecil karena di situ tidak ada reseptor yang cocok untuk virus Covid-19,” ujar Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Suhardjo dalam keterangan tertulis Humas UGM, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Dubes RI untuk UEA Husin Bagis Disuntik Vaksin Covid-19: Yakin dengan Vaksin Kita akan Lebih Sehat

Baca juga: Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, Mahfud MD dan Ridwan Kamil Adu Balas Cuitan di Twitter

Baca juga: Hotman Paris Tolak Tawaran Jadi Pengacara Rizieq Shihab: Saya Terlalu Sibuk untuk Perkara Bisnis

Baca juga: Jalani Perawatan Covid-19, Ustaz Yusuf Mansur Teringat Hal Kecil yang Sebenarnya Nikmat Tak Terbayar

Dijelaskan Suhardjo, Virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 diketahui menginfeksi dari satu individu ke individu lain melalui percikan air liur atau droplet baik dari hidung maupun mulut.

Sebab, di area tersebut terdapat jaringan mukosa yang dapat menjadi pintu masuk bagi virus.

Seperti diketahui, dalam rongga mulut maupun hidung memiliki reseptor ACE-2 dan CD 147 serta enzim TMPRSS2 sebagai tempat menempelnya virus Covid-19.

"Reseptor itu ibarat rumah, kalau di ronga mulut dan saluran hidung ada reseptor yang cocok untuk Covid-19,” ungkapnya.

Berdasarkan studi literatur yang telah diterbitkan dalam Journal of Medical Sciences pada Juli 2020 lalu, diketahui hanya sebanyak 0,8 persen pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala mata merah.

“Jadi hanya 8 di antara 1.000 orang ada gejala mata merah pada pasien Covid-19 dan ini lebih rendah angkanya daripada gejala diare sebanyak 3,8 persen,” tuturnya.

Untuk mencegah virus corona masuk melalui mata, Suhardjo mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu sering menyentuh atau mengusap mata dengan tangan.

Perilaku tersebut selain mencegah infeksi virus corona juga mencegah terjadinya iritasi serta infeksi virus maupun bakteri lainnya pada mata.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru Besar UGM Sebut Kecil Kemungkinan Air Mata Jadi Media Penularan Covid-19"
Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved