7 Fakta GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari Embusan Nafas Buatan UGM: Tak Bisa Gantikan PCR

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah membuat alat deteksi virus corona Covid-19 yang diberi nama GeNose C19.

Editor: Rizki A
Dokumentasi UGM via Kompas.com
Alat deteksi Covid-19 lewat embusan nafas yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose. 

Lebih lanjut, Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan GeNose sudah bisa diproduksi massal.

"Artinya, mulai saat ini GeNose sudah bisa diproduksi massal dan didistribusikan atau dipakai untuk kepentingan masyarakat, terutama tentunya untuk screening Covid-19," ujar Bambang, dalam konferensi pers virtual 'GeNose UGM dan CePAD UnPAD', Senin (28/12/2020) sore.

Adapun pada Februari 2021, kapasitas produksi alat itu ditargetkan telah tersedia sebanyak 5.000 unit.

Sudah Dapat Pemesanan dari Perusahaan Singapura

Dian mengungkapkan alat GeNose telah dipesan oleh perusahaan asal Singapura.

Beberapa pihak tertarik membeli GeNose setelah temuan para ahli di UGM tersebut mendapatkan izin edar.

"Secara spesifik sudah ada, dari Singapura, dari salah satu perusahaan besar yang basisnya di Singapura," kata Dian dalam konferensi pers virtual, Senin (28/12/2020).

Meski begitu, Dian mengatakan pihaknya saat ini masih fokus untuk memenuhi permintaan dalam negeri, mengingat kapasitas produksi GeNose masih terbatas.

"Hanya memang kita masih memprioritaskan permintaan dalam negeri dulu, karena kapasitas kita masih terbatas," ucap Dian.

Adapun beberapa rumah sakit yang telah memiliki GeNose meliputi, RS Bhayangkara di Yogyakarta, RS Karyadi di Semarang, Rumah Sakit Muwardi di Solo, Rumah Sakit UNS.

Baca juga: BMKG: Ada 11 Gempa Bumi yang Merusak di Indonesia Sepanjang Tahun 2020

Baca juga: Jenis Vaksin Covid-19 yang Beredar di Indonesia dan Jumlah yang Dibutuhkan untuk Capai Herd Immunity

Izin GeNose Berlaku Hanya untuk Masa Pandemi

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menegaskan, izin edar GeNose yang dikeluarkan pihaknya bersifat 'Emergency Use Authorization'.

Artinya, hanya dapat digunakan saat masa pandemi Covid-19 ini.

Kadir menuturkan, GeNose masih harus menjalani uji klinik trial fase 4 untuk melihat efikasi, validitas, sensitivitas, dan spesifisitas alat tersebut.

"Izin tersebut maksudnya adalah alat itu diberikan izin hanya untuk masa pandemi saja. Namun, pada saat penggunaannya nanti harus dilakukan evaluasi yang disebut dengan clinical trial fase 4," kata dia dalam webinar yang digelar Kemenkes, Senin (28/12/2020).

(Tribunnews.com/Rica Agustina/Anita K Wardhani/Fitri Wulandrai/Fahdi Fahlevi/Rina Ayu Panca Rini, Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dengan Hembusan Napas, Tingkat Akurasi Sampai 93%
Penulis: Rica Agustina

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved