Breaking News:

7 Fakta GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari Embusan Nafas Buatan UGM: Tak Bisa Gantikan PCR

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah membuat alat deteksi virus corona Covid-19 yang diberi nama GeNose C19.

Dokumentasi UGM via Kompas.com
Alat deteksi Covid-19 lewat embusan nafas yang dibuat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose. 

TRIBUNTERNATE.COM - Universitas Gadjah Mada (UGM) telah membuat alat deteksi virus corona Covid-19 yang diberi nama GeNose C19.

Cara kerja GeNose untuk mendeteksi Covid-19 adalah menggunakan embusan nafas.

Waktu yang dibutuhkan alat tersebut untuk mendeteksi virus yakni sekira dua menit, dengan tingkat akurasi hasilnya mencapai 93 persen.

GeNose sendiri sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak Kamis (24/12/2020).

Namun, tim peneliti GeNose UGM, dokter Dian Kesumapramudya Nurputra mengatakan, GeNose tidak bisa menggantikan perangkat Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam pengetesan Covid-19.

Lantas mengapa bisa demikian?

Berikut fakta-fakta mengenai GeNose yang dirangkum Tribunnews.com dari beberapa sumber:

Cara Kerja

Dian mengungkapkan, GeNose mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC).

Dikutip dari Kompas.com, VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas.

Halaman
1234
Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved