Breaking News:

Varian Baru Virus Corona Tidak Sebabkan Penyakit yang Lebih Parah, tetapi Lebih Cepat Menular

Meski varian baru virus corona tidak menyebabkan penyakit lebih parah, virus yang menyebar dengan cepat masih menjadi masalah besar.

Editor: Rizki A
Pexels.com/Edward Jenner
ILUSTRASI virus corona baru Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pada Desember 2020, varian baru virus corona telah ditemukan pertama kali di Inggris.

Untuk itu para ahli dan dunia terus melakukan upaya untuk melakukan penelitian terhadap varian tersebut.

Analis yang mengamati varian baru virus corona yang diidentifikasi di Inggris sebelum Hari Natal 2020 mengonfirmasi bahwa varian itu lebih cepat menyebar, tetapi tidak menyebabkan penyakit lebih parah.

Analisa yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) juga menunjukkan bahwa varian baru virus corona tidak lebih mematikan daripada jenis virus sebelumnya.

Varian baru virus corona pertama kali diidentifikasi pada awal bulan ini, meski diduga menyebar di Inggris sejak September 2020.

Pada saat itu, para ahli memperingatkan bahwa varian baru virus corona, sekira 70 persen lebih mudah ditularkan daripada jenis virus dominan lainnya.

Jumlah kasus varian baru virus corona telah berkembang pesat selama sebulan terakhir dan telah diidentifikasi di beberapa negara di seluruh dunia.

Baca juga: 3 Ulama Positif Covid-19: Syekh Ali Jaber, Aa Gym, dan Ustaz Yusuf Mansur, Apa yang Mereka Rasakan?

Baca juga: 7 Fakta GeNose, Alat Deteksi Covid-19 dari Embusan Nafas Buatan UGM: Tak Bisa Gantikan PCR

Baca juga: WNA Dilarang Masuk ke Indonesia: Wagub DKI Beri Dukungan, Walkot Tangsel Terima Kasih pada Menlu RI

Baca juga: BMKG: Ada 11 Gempa Bumi yang Merusak di Indonesia Sepanjang Tahun 2020

Mengutip Telegraph.co.uk, para ilmuwan membandingkan 1.769 pasien yang memiliki varian baru virus corona dengan jumlah pasien yang sama dengan virus yang mereka sebut 'tipe liar'.

Kedua kelompok memiliki kesamaan dalam hal usia, etnis dan jenis kelamin.

Sekira 42 pasien dirawat di rumah sakit secara total, terdiri dari 26 dari kelompok tipe liar dan 16 dari kelompok varian baru.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved