Breaking News:

20 Orang Terduga Teroris Ditangkap di Makassar: 2 Tewas, Masuk Jaringan Pendukung Khilafah ISIS

Ke-20 orang itu merupakan jaringan kelompok teror pendukung khilafah Negara Islam Irak Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Editor: Rizki A
ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww
Ilustrasi - Personel Brimob Polri melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi persembunyian terduga teroris di kawasan perbukitan di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Minggu (8/11/2020). Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polri dan TNI terus melakukan pengejaran dan memperluas area penyisiran untuk mencari seorang pria yang diduga merupakan anggota kelompok teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebanyak 20 terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, di Makassar.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat mendatangi lokasi penangkapan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bolurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (6/1/2021) pagi.

"Sebanyak 20 orang, dua di antaranya meninggal dunia karena melakukan perlawanan dengan inisial MR dan SA," kata Merdisyam, kepada wartawan.

Ke-20 orang itu, kata Merdisyam, merupakan jaringan kelompok teror pendukung khilafah Negara Islam Irak Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Adapun keterlibatan dua orang yang meninggal, yang melakukan perlawanan tersebut. Bahwa kedua tersangka bersama jaringannya merupakan yang terpusat di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD," ujarnya.

Baca juga: 38 Pejabat Baru KPK Dilantik, Novel Baswedan Prihatin: Pemberantasan Korupsi Kurang Serius

Baca juga: Rekening Bank Milik FPI dan Afiliasinya Diblokir Sementara, Ini Penjelasan PPATK

Baca juga: Muncul Butiran Emas di Sungai Alas, Aceh Tenggara, Warga Berebutan Jadi Penambang Dadakan

Baca juga: Mulai Besok 7 Januari 2021, Klaim Token Listrik Gratis Bisa Diakses di www.pln.co.id atau Via WA

Lebih lanjut, Merdisyam mengatakan MR dan SA itu telah mengikuti baiat ISIS bersama ratusan orang lainnya pada 2015 silam.

"Bersama ratusan jamaah lainnya yang menyatakan baiat pada Khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Pondok Pesantren Al Ridho, pimpinan ustad Basri yang meninggal di Nusakambangan dalam kasus teror," bebernya.

Selain itu, kata Merdisyam, MR dan SA juga kerap melakukan kajian khusus Daulah.

"Kemudian juga melakukan kajian khusus pendukung Daulay di Villa Mutiara dan yayasan Al Ridho," terang Merdisyam.

Tidak hanya itu, keduanya beserta keluarga juga pernah bermaksud atau berupaya bergabung ISIS untuk ke Syuriah pada 2016.

"Namun, berhasil dibatalkan atau digagalkan di bandara Soetta (Jakarta)," tuturnya.

Saat ini, jenazah MR dan SA sudah berada di ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel. Rencananya kedua jenazah akan diautopsi. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul 20 Terduga Teroris Ditangkap di Makassar, Dua di Antaranya Ditembak Mati

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved