Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemilik Toko Poster Dituding Jadi Pemulung yang Ditemui Tri Rismaharini, Sang Anak Kena Bully

Pemilik toko poster dan bingkai Bung Karno di Setiabudi, Jakarta Selatan, Doni BK beserta keluarga mengaku di-bully setelah dirinya dan tokonya viral.

KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Doni BK (59), pemilik toko poster Bung Karno yang disebut sebagai gelandangan yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini. Toko poster Bung Karno tersebut berlokasi di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Toko poster dan bingkai Bung Karno di Setiabudi, Jakarta Selatan belum lama ini viral di media sosial.

Pemilik toko, Doni BK, juga turut dikenal di dunia maya.

Doni BK beserta keluarganya pun mengaku dibully oleh para netizen.

Di media sosial, Doni BK disebut sebagai pemulung yang memiliki toko poster dan bingkai Bung Karno oleh para netizen.

Isu tersebut dihembuskan setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan di kawasan jalan protokol Sudirman-Thamrin pada 4 Januari 2021.

Isu ditulis akun Twitter @Andhy_SP211 dan sudah di-retweet sebanyak 134 kali serta disukai 253 kali.

Narasi yang dibangun twit dan balasan komentar pada akun @Andhy_SP211 seolah-olah pemulung yang ditemui Risma diatur sedemikian rupa atau di-setting.

“Komen (bully) di media sosial sampai anak nangis. Anak keempat itu di-bully lewat medsos. Kok begitu dibilang, biar laku jualannya. Katanya pencitraan,” kata Doni saat ditemui di tokonya di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, pada Kamis (7/1/2021) siang.

Baca juga: Sebelum Gisella Anastasia Minta Maaf ke Publik, Wijin dan Melaney Ricardo Gelar Doa Bersama

Baca juga: Kaesang Pangarep Ramal Saham PT Antam Bakal Sentuh Rp4.000, Analis: Prospeknya Masih Menarik

Baca juga: Aktivitas Masyarakat di Jawa dan Bali Dibatasi, Ini Alasan Pemerintah Tak Pakai Istilah Lockdown

Baca juga: Ada Lonjakan Kasus Infeksi, Apakah Musim Hujan Membuat Penyebaran Virus Corona Covid-19 Meningkat?

Anaknya dirundung oleh teman-temannya akibat postingan Twitter yang bernada miring.

Anaknya malu karena ayahnya disebut melakukan pencitraan menjadi pemulung dan bertemu Risma.

Padahal, pemulung itu orang yang berbeda.

Anak Doni, Deri Setiadi (19), menceritakan bullying yang ia terima.

Di lingkaran pertemanannya, ayah Doni menjadi sorotan.

“Di komentar-komentar begitu. Mengejek. Kok jualan gitu, aktingnya jago. Di Twitter bilang jago setting. Padahal itu orang ngga tahu kebenarannya,” ujar Deri saat ditemui bersama Doni.

Doni mengaku menyayangkan adanya unggahan yang mengaitkan toko miliknya dengan pemulung yang ditemui Risma.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved