Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182: 16 Kantong Jenazah dan 3 Properti Sudah Diterima Tim DVI
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Polri Kramat Jati telah menerima 16 kantong jenazah dan 3 properti.
TRIBUNTERNATE.COM - Proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 terus berlanjut hingga hari ketiga Senin (11/1/2021).
Sejumlah aparat gabungan dikerahkan dan temuan satu per satu berhasil dikumpulkan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Polri Kramat Jati telah menerima 16 kantong jenazah dan 3 properti diduga berkaitan dengan musibah pesawat tersebut, pada Senin pukul 09.00 WIB.
Dilansir Antara, Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, belum melihat isi kantong-kantong tersebut.
"Ah nanti. Kami kan belum sempat melihat. Kan baru datang, kami belum buka," kata Fauzi.
Baca juga: 3 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Tes Swab: Rizieq Shihab, Menantunya, dan Direktur RS Ummi Bogor
Baca juga: Penyelam Ungkap Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ182: Kondisi Pesawat Hancur, Bawah Laut Keruh
Baca juga: Mengenal Pentingnya Kotak Hitam Pesawat: Mampu Bertahan di Suhu 1.100 Derajat Celcius selama 1 Jam
Baca juga: Unggahan Anisa Bahar tentang Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Tuai Hujatan, Kena Tegur Lutfi Agizal
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, Tim DVI juga sudah mengumpulkan 40 sampel DNA.
Sebagai rinciannya yakni 14 sampel dari RS Polri, 24 sampel dari Pontianak, 1 sampel dari Jawa Timur, dan 1 sampel dari Sulawesi Selatan.
Ia menambahkan, Tim DVI akan melakukan identitas terhadap kantong-kantong jenazah dan hal lain yang berkaitan dengan pesawat tersebut.
Adapun kegiatan identifikasi melibatkan 306 personel gabungan dalam tim DVI.
"306 personel, semua terlibat. Ada kedokteran Polri, kedokteran TNI, dan juga dari Ikatan Dokter Ahli Forensik, kami ikutkan dalam tim untuk melakukan identifikasi tersebut," jelas Rusdi.
Perlu diketahui, RS Polri melaksanakan pengumpulan data ante mortem yang dilakukan oleh Tim DVI.
Data ante mortem terdiri dari data umum seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, dan aksesoris korban yang didaftarkan oleh keluarga korban.
Tak hanya itu, data medis sebelum meninggal dunia antara lain warna kulit, warna dan jenis rambut, golongan darah maupun tanda spesifik sebelum meninggal.
Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 dilaporkan hilang kontak dan dipastikan jatuh di antara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).
Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu mengangkut 56 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "16 Kantong Jenazah dan 3 Properti Sudah Berada di RS Polri"
Penulis : Nicholas Ryan Aditya