Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Budhi Muliawan: Terlalu Dini untuk Menyatakan Mesin Pesawat Sriwijaya Air Masih Hidup Sebelum Jatuh
Dugaan mesin pesawat yang masih hidup sebelum membentur air mendapatkan tanggapan dari Mantan Dirjen Perhubungan Udara Tahun 2007-2009, Budhi Muliawan
Serta, akan mengirimkan sinyal SOS atau Emergency Location Transmitter (ELT).
"Biasanya, pilot kalau sadar ada kerusakan, di cockpit dia akan langsung bilang, hati-hati penumpang, kita siap-siap untuk menyebur ke laut, pendaratan darurat."
"Dia (Pilot) akan mengirimkan sinyal SOS," jelas mantan Menhub itu.
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini memang tidak mengirim sinyal marabahaya saat hilang kontak.
Budhi menyampaikan pasti ada satu hal yang membuat sang pilot sampai tidak bisa memberikan sinyal ELT itu.
"Ini pilot tidak sempat sama sekali, kejadiannya begitu cepat, Pasti ada sesuatu, dugaannya bisa cuaca atau bisa yang lainnya," ujarnya.
Baca juga: Peduli Kondisi Psikologis Keluarga Korban, Polri Tak Lagi Sebut Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air
Baca juga: Daftar Harta Kekayaan Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit, Kekayaannya Capai Rp 8,3 Miliar

Mantan Menhub itu menuturkan untuk tetap menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, mengingat bagian black box sudah ditemukan.
Sehingga, dapat diketahui apa yang harus diselidiki lebih lanjut.
"Dalam kondisi seperti ini, kita masih perlu konfirmasi, kan black box sudah ketemu, ke arah mana semua investigasi ini," pungkas Budhi.
Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 diduga jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).
Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengangkut 62 orang, terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
(Tribunnews.com/Shella)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mesin Sriwijaya Air Diduga Masih Hidup sebelum Membentur Air, Budhi Muliawan: Ada Penyebab Lain