Breaking News:

Banjir di Kalimantan Selatan

Banjir Besar di Kalimantan Selatan, Chanee Kalaweit: Pasti Terkait dengan Deforestasi Besar-besaran

Menurut Chanee, yang memperparah banjir adalah deforestasi, mengingat salah satu fungsi utama hutan adalah untuk menyimpan air yang turun ke tanah.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rizki A
Istimewa via TribunSolo.com
Aktivis lingkungan asal Prancis, Aurelien Francis Brule alias Chanee Kalaweit. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini tengah dilanda banjir besar.

Hujan dengan intensitas tinggi yang turun pada Minggu (13/1/2021) membuat air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap.

Setidaknya 1.500 rumah warga di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2-3 meter.

Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut disebut sebagai dua wilayah terdampak banjir paling parah pada Selasa (12/1/2021).

Sementara itu, banjir terus meluas.

Update Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (16/1/2021) hari ini mencatat sebanyak 3.571 unit rumah terendam banjir di Kabupaten Balangan.

Baca juga: Pernikahan Sempat Tak Direstui Ibunda Zaskia Adya Mecca, Hanung Bramantyo: Woles Aja

Banjir besar di Kalimantan Selatan turut disorot oleh aktivis lingkungan asal Prancis, Aurelien Francis Brule atau akrab disapa Chanee Kalaweit.

Melalui sebuah video yang diunggah di akun YouTube Chanee Kalaweit pada Jumat (15/1/2021), Chanee menerangkan sejumlah penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan.

Menurut Chanee, ada beberapa orang yang menyebut banjir kali ini merupakan banjir terbesar yang pernah ada di Kalimantan Selatan

Ia menyebut, sebagai aktivis lingkungan dirinya tidak bisa menghindar dari fakta bahwa banjir kali ini disebabkan oleh kerusakan hutan atau deforestasi besar-besaran di Pulau Borneo.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved