Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jokowi dan Erdogan Gunakan Vaksin CoronaVac, CEO Sinovac: Ini adalah Kepercayaan Internasional

Banyak pemimpin asing telah diinokulasi dengan vaksin Covid-19 China, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Turki Erdogan.

Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pagi. Vaksin yang disuntikkan kepada Presiden Jokowi adalah vaksin CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co Ltd yang bekerja sama dengan PT Bio Farma (Persero). Sebelum disuntik vaksin, Presiden Jokowi terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data, serta penapisan kesehatan, antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah. Vaksinasi tersebut menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi nasional di Indonesia sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam menangani pandemi virus corona Covid-19, dunia tengah berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin dan memulai proses vaksinasi.

Salah satu di antara vaksin corona yang digunakan saat ini adalah vaksin buatan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac.

Untuk menjamin ketersediaan pasokan global, perusahaan farmasi China Sinovac Biotech Ltd bakal meningkatkan produksi CoronaVac, vaksin Covid-19 yang tidak aktif itu.

Yin Weidong, Chairman dan CEO Sinovac Biotech Ltd berharap, vaksin ini akan melindungi lebih banyak orang di dunia.

"Sinovac telah menerima pesanan vaksin dari Brasil, Indonesia, Turki, Chile, dan negara serta wilayah lain, dan kami berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi," kata Yin dalam wawancara dengan Kantor Berita Xinhua.

"Kami berharap vaksin itu akan melindungi lebih banyak orang di seluruh dunia," ujarnya lagi.

Baca juga: Satgas Pastikan Kabar Ada Chip dalam Vaksin Covid-19 Hoaks

Baca juga: MUI Tak akan Terbitkan Fatwa Wajib Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Kaget Jadi Korban Hoaks Meninggal setelah Divaksin, Mayor Sugeng Pilih Lapor Polisi: Saya Sehat

Vaksin Sinovac telah disetujui untuk penggunaan darurat di beberapa negara, termasuk China, Indonesia, Brasil dan Chile.

Yin menambahkan, Sinovac telah membangun lini produksi kedua, yang akan mulai beroperasi pada Februari 2021, meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 1 miliar dosis.

Sinovac akan mengekspor vaksin setengah jadi ke beberapa negara, dan membantu membangun jalur pengisian dan pengemasan lokal di negara-negara pengimpor untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

“Berdasarkan output tahunan sebesar 1 miliar dosis, kami akan terus meningkatkan kapasitas produksi. Kami menghadapi ketidakpastian terkait pandemi virus Corona dan permintaan vaksin, yang tidak akan ditanggapi dengan model bisnis permintaan-suplai saja. Vaksin adalah barang publik dan kita harus memikul tanggung jawab sosial," kata Yin.

Uji klinis fase-3 vaksin Sinovac sebagian besar dilakukan di Brasil, Indonesia, dan Turki.

Menurut Yin, hasil uji klinis di Turki menunjukkan vaksin tersebut memiliki tingkat efikasi sebesar 91,25% dan di Indonesia menunjukkan angka efikasi sebesar 65,3%.

Studi klinis di Brazil menunjukkan bahwa vaksin tersebut 100% efektif dalam mencegah kasus yang parah, 78% efektif dalam mencegah kasus ringan yang memerlukan perawatan medis, dan memiliki tingkat kemanjuran umum sebesar 50,38%.

"Itu normal untuk mendapatkan hasil yang bervariasi di berbagai negara, dan uji klinis dipengaruhi oleh banyak faktor," kata Yin.

Yin menambahkan bahwa semua peserta dalam uji klinis fase-3 di Brasil adalah pekerja medis di lingkungan berisiko tinggi yang mungkin terserang virus berkali-kali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved