Kamis, 7 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Fakta-fakta Virus Corona Baru dari Afrika Selatan, Lebih Menular dan Sudah Tersebar di 31 Negara

Fakta-fakta virus corona varian baru dari Afrika Selatan, lebih Menular dan sudah tersebar di 31 negara.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi penelitian virus corona(Shutterstock/PopTika) 

TRIBUNTERNATE.COM - Virus Corona varian baru dari Afrika Selatan, disebut lebih cepat menyebar daripada versi sebelumnya dan kemungkinan juga dapat melewati sistem kekebalan orang yang telah pulih dari Covid-19.

Para ilmuwan pertama kali menunjukkan temuan ini pada Desember 2020.

Dikutip dari Daily Mail UK, varian dari Afrika Selatan ini di beri nama B.1.351.

Virus ini secara genetik berbeda dengan yang sebelumnya, oleh karena itu cara kerja varian ini juga berbeda.

Sampel ini diambil melalui pengambilan sampel genetik acak dari swab yang dikirimkan oleh orang yang dites positif terkena virus.

Varian baru ini pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, sekitar Port Elizabeth.

Baca juga: Kemenlu RI Catat 3.062 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri per Selasa, 2 Februari 2021

Baca juga: PM Johnson Siap Buka Sekolah Meski Virus Corona Baru dari Afrika Selatan Berkembang di Inggris

Mutasi seperti apa yang ditemukan para ilmuwan?

Ada dua mutasi kunci pada varian Afrika Selatan yang tampaknya memberikan kelebihan dibandingkan versi virus yang lebih lama, varian ini disebut N501Y dan E484K.

Keduanya terletak pada protein virus, yang merupakan bagian dari kulit terluarnya yang digunakan untuk menempel pada sel-sel di dalam tubuh.

Bagian ini digunakan oleh sistem kekebalan sebagai target.

Bagian ini tampaknya membuat virus menyebar lebih cepat dan memberinya kemampuan untuk melewati sel kekebalan yang telah dibuat oleh infeksi atau vaksin sebelumnya.

Bagaimana N501Y menyerang?

N501Y mengubah ujung protein dengan cara yang membuatnya lebih lihai dalam mengikat sel di dalam tubuh.

Artinya, virus ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi ketika memasuki sel saat ia masuk ke dalam tubuh.

Hal ini berarti virus lebih menular dan lebih cepat menyebar.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved