PM Johnson Siap Buka Sekolah Meski Virus Corona Baru dari Afrika Selatan Berkembang di Inggris
PM Boris Johnson, persiapkan penerapkan kebijakan membuka kembali sekolah, meski varian virus corona baru dari Afrika Selatan berkembang di Inggris.
TRIBUNTERNATE.COM - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mendorong persiapan dalam rangka menerapkan kebijakan membuka kembali sekolah pada 8 Maret 2021.
PM Johnson mengambil langkah ini setelah Chris Whitty, dokter dan ahli epidemiologi Inggris yang menjabat sebagai Kepala Petugas Medis dan Penasihat Medis untuk Pemerintah Inggris, mengatakan kepadanya bahwa gelombang wabah virus corona saat ini telah melewati puncaknya yakni tahun lalu.
Pria yang berasal dari Partai Konservatif Inggris ini telah memerintahkan pemaksimalan persiapan pembukaan kembali sekolah.
Ia juga akan mempersiapkan sejumlah langkah baru untuk membantu anak-anak mengejar ketertinggalan pelajaran selama lockdown.
Dilansir dari Daily Mail UK, optimisme ini juga disebabkan oleh keberhasilan berkelanjutan dari upaya vaksinasi di Inggris.
Di lain pihak, Chris Whitty mengatakan kepada PM Johnson bahwa laju penularan Covid-19 di Inggris telah melewati puncaknya dan telah menurun selama seminggu.
Data dari Departemen Kesehatan Inggris juga menunjukkan kasus terus menurun, dan mencapai level terendah tujuh minggu dari 18.607 tes positif.
Baca juga: Gerakan #MediaLawanCovid19 Luncurkan Kampanye Anti-Covid19 Hati-hati Makan Bersama
Baca juga: Indonesia Duduki Peringkat 1 Kasus Aktif Covid-19 di Asia, Satgas: Pemerintah Berusaha Optimis
Boris Johnson bersikeras bahwa kebijakan lockdown dan vaksin telah efektif melawan penularan virus corona.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah percaya semua jenis vaksin yang digunakan di Inggris efektif terhadap semua varian virus corona.
Johnson juga mengatakan, ia telah berdiskusi dengan para menteri.
Pria kelahiran 1964 ini mengatakan kepada wartawan pada kunjungannya ke pusat vaksinasi di Batley bahwa ia melihat ada tanda-tanda grafik mendatar bahkan turun pada persebaran virus Corona.
"Kami mulai melihat beberapa tanda-tanda mendatar, dan mungkin bahkan penurunan angka pasien terinfeksi, dan pasien di rawat inap," ujar Johnson.
Akan tetapi, ia mengingatkan untuk tetap waspada.
Ia menambahkan, jangan sampai grafik ini naik lagi karena masyarakat lengah sebelum semua mendapatkan suntikan vaksin.
Varian Baru Virus Corona dari Afrika Selatan yang lebih menular berkembang di Inggris
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/perdana-menteri-inggris-boris-johnson.jpg)