Breaking News:

Sebulan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182: Boeing Digugat Keluarga Korban, Kotak CVR Belum Ditemukan

Terbaru, sejumlah korban Sriwijaya Air SJ182 melayangkan gugatan kepada perusahaan Boeing di Chicago, Amerika Serikat.

Editor: Rizki A
Dok. Basarnas
Prosesi tabur bunga oleh keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 dan tim SAR dari atas KRI Semarang-594 di perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1/2021). 

Hal tersebut sekaligus membantah kabar, adanya pemberhentian proses identifikasi tim DVI Polri terkait nasib jenazah korban SJ-182.

"Tim DVI masih bekerja," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Namun demikian, Rusdi tidak menjelaskan lebih lanjut terkait batas waktu proses identifikasi yang dilakukan tim DVI Polri.

4 Hoaks yang Beredar Terkait Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, termasuk Tanda SOS di Pulau Laki

Korban Sriwijaya Air SJ182, YouTuber Faisal Rahman dan Kakaknya Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

3. Kotak Hitam CVR Belum Ditemukan

Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh tim penyelam TNI di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan.
Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu ditunjukkan di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021). FDR Sriwijaya Air SJ 182 yang ditemukan oleh tim penyelam TNI di perairan Kepulauan Seribu selanjutnya akan dibawa KNKT untuk dilakukan pemeriksaan. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Hingga sebulan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, masih ada satu benda penting yang tak kunjung ditemukan.

Yakni, kotak hitam atau black box berisi cockpit voice recoder (CVR).

Sementara kotak hitam yang berisi flight data recorder (FDR) telah ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (12/1/2021) sekitar pukul 16.40 WIB.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengungkapkan sulitnya mencari kotak hitam yang berisi CVR Sriwijaya Air.

Soerjanto bilang, CVR sulit ditemukan karena pencarian harus dilakukan dengan cara meraba-raba dasar laut di lokasi jatuhnya pesawat tanpa dibantu alat underwater locator beacon.

"Pencarian memory unit CVR dilanjutkan tanpa bantuan underwater locator beacon, jadi kita mencarinya dengan meraba-raba di dasar laut. Nah, ini merupakan juga suatu kesulitan tersendiri yang kita hadapi," kata Soerjanto dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (3/2/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved