Breaking News:

Opsi Vaksin Covid-19 Gratis dan Mandiri, Epidemiolog: Vaksin untuk Rakyat Indonesia Saja, Pak Jokowi

Menurut epidemiolog UI Pandu Riono, upaya penanganan pandemi perlu melibatkan semua pihak, terutama kemitraan antara pemerintah dan swasta.

KOMPAS.com/AGIE PERMADI
ILUSTRASI - Para tenaga kesehatan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai prosedur sebelum mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Sebanyak 3.000 tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit ikut berpartisipasi dalam vaksinasi massal tersebut. 

TRIBUNTERNATE.COM - Epidemiolog UI Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D memberikan tanggapan mengenai opsi vaksin Covid-19 gratis dan vaksin Covid-19 mandiri.

Hal itu diketahui dari sebuah utas cuitan di akun Twitter-nya, @drpriono1, yang diunggah pada Minggu (21/2/2021).

Dalam media sosial tersebut, Pandu Riono menyertakan sampul Koran Tempo yang menyinggung tentang vaksin gratis dan vaksin mandiri.

Pada sampul, tampak ilustrasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di persimpangan dua opsi vaksin Covid-19 tersebut.

Di bagian awal utas cuitannya, Pandu Riono menandai akun Twitter @jokowi, dan menyarankan untuk menyebut upaya vaksinasi sebagai "Vaksin untuk rakyat Indonesia".

Menurutnya, upaya penanganan pandemi perlu melibatkan semua pihak, terutama kemitraan antara pemerintah dan swasta.

Oleh karenanya, kemitraan pemerintah dan swasta dalam isu kesehatan publik dan kebencanaan harus diperkuat.

Kemudian, Pandu Riono menjelaskan sejatinya kemitraan pemerintah dan swasta bukanlah hal yang baru dalam kesehatan publik maupun kebencanaan.

Ia menyebut, seharusnya kemitraan itu sudah dibangun sejak awal pandemi Covid-19.

Kini, kemitraan pemerintah dan swasta semakin mendesak dalam hal vaksinasi.

Halaman
1234
Penulis: Rizki A. Tiara
Editor: Rizki A
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved