Breaking News:

Kata Pengamat Politik Soal Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode: Jadi Target Kelompok Tertentu

Jangan sampai negara terjebak membahas kepentingan orang per orang yang ingin melanggengkan kekuasaannya.

Editor: Rizki A
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo. 

Lebih lanjut, Pangi menyebut menaruh hormat terhadap pernyataan Jokowi yang menyebut tak berniat dan berminat adanya perubahan masa jabatan presiden.

"Saya menaruh hormat sama presiden yang statmen dan komentar serta hak jawabnya tetap konsisten dan tak berubah sampai hari ini,"

"Ini sudah menjadi rekam jejak digital, jangan sampai seperti peristiwa masa lalu, tawaran datang menjadi capres, awalnya nggak tertarik, belum terpikirkan, belum berminat, tiba-tiba real menjadi calon presiden," ungkapnya.

Namun, Pangi menyebut, publik patut menaruh curiga adanya agenda perubahan periode jabatan presiden.

"Kecurigaan ini bisa kita baca dari beberapa langkah politik pemerintah yang mengarah pada akumulasi kekuatan politik yang absolut dengan menggalang dan membangun koalisi gemuk dan mematikan oposisi."

"Penguasaan terhadap media massa dan new-media (medsos dan lainnya), pembentukan wacana publik dan pengiringan opini publik."

"Cek ombak sudah dimulai, untuk in zoom respon pendapat publik melihat takaran level pro dan kontra di tengah masyarakat terhadap wacana tersebut," ungkap Pangi.

Pangi menilai, jika merujuk pada semua langkah yang telah dilakukan, amandemen UUD 1945 sangat mungkin dan mudah untuk dilakukan.

"Bagaimana tidak, parlemen sudah dikuasai, opisisi antara ada dan tiada, wacana sudah dipersiapkan untuk menggiring opini publik dengan penguasaan media. Presiden 3 periode, MPR tinggal ketok palu," ungkapnya.

Meskipun Jokowi sudah menolak dan membantah, Pangi menyebut jika itu bukan variabel utama dan penting.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved