Breaking News:

Petani Cabai di Mojokerto Borong Mobil hingga Beli Rumah Gara-gara Untung Besar Panen Cabai

Petani cabai di Mojokerto, Jawa Timur raih untung besar karena harga cabai melonjak dan cenderung stabil, beli kendaraan bermotor hingga beli rumah.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Foto ilustrasi cabai - Dalam foto: pedagang memilah cabai dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM – Para petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto meraih untung besar karena tingginya harga cabai yang cenderung stabil selama 1,5 bulan belakangan.

Dari keuntungan tersebut sejumlah petani cabai di desa tersebut kemudian ramai-ramai membeli kendaraan bermotor.

Mereka bahkan membeli puluhan motor dan mobil secara tunai alias cash berkat hasil keuntungan panen cabai yang tembus hingga Rp95 ribu per kilogram di tingkat petani.

Kepala Desa Pucuk, Nanang Sudarmawan membenarkan adanya masyarakat khususnya petani cabai yang memborong kendaraan bermotor hingga membangun rumah yang dibeli secara tunai dari hasil panen cabai rawit.

"Kalau jumlah kendaraan yang dibeli itu setahu saya sampai saat ini ada puluhan sekitar 30-50 motor. Memang paling banyak motor Scoopy, ada juga motor PCX dana juga dua mobil," ungkapnya, dikutip dari Surya.co.id, Jumat (2/4/2021).

Menurut Nanang, petani cabai yang paling banyak memborong kendaraan bermotor berada di Dusun Pucuk yang wilayahnya lebih luas dan mayoritas penduduknya adalah petani cabai.

Petani cabai warga Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bisa membelikan sebuah mobil Avanza Rp 145 juta, karena lonjakan harga jual cabai panenannya.
Petani cabai warga Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bisa membelikan sebuah mobil Avanza Rp 145 juta, karena lonjakan harga jual cabai panenannya. (Surya.co.id/Mohammad Romadoni)

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta, Cocok untuk Mobil Keluarga: Ada Avanza hingga Panther

Baca juga: Belasan Mobil Mewah yang Diborong Para Miliarder Dadakan di Tuban Rusak, Pemilik Belum Bisa Nyetir

Setidaknya, ada lima dusun di Desa Pucuk, yaitu Dusun Wotgaru, Dusun Pucuk paling besar, Dusun Brejel Lor, Dusun Brejel Kidul dan Dusun Kwarigan. 

Dari jumlah penduduk di Desa Pucuk sekitar 1.100 KK (Kepala Keluarga), sekitar 95 persen bekerja sebagai petani yang rata-rata mempunyai lahan cabai.

Mereka menanam cabai di lahan persawahan pribadi dan sebagian manfaatkan lahan tanaman kayu putih milik Perhutani. 

"Paling banyak ya di Dusun Pucuk itu petani cabai yang beli kendaraan, ada yang merenovasi atau membangun rumahnya dari hasil panen cabai," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Ronna Qurrata Ayun
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved