Minggu, 10 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramai Isu Reshuffle Kabinet, Refly Harun Nilai Jokowi Gagal Pilih Orang Terbaik

Refly Harun mengatakan, ia menilai Presiden Jokowi gagal karena  Presidenlah yang bertanggung jawab atas pemilihan dan pemberhentian menteri.

Tayang:
Kompas.com
Pakar hukum tata negara Refly Harun.(Kompas.com/SABRINA ASRIL) 

Reshuffle akan Dilakukan Minggu Ini

Pihak istana telah mengonfirmasi bahwa perombakan atau reshuffle kabinet akan terjadi dalam waktu dekat.

Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyebut, reshuffle kabinet akan dilakukan dalam pekan ini.

"Insya Allah kalau tidak ada aral melintang (reshuffle akan dilakukan) pekan-pekan ini,” ujar Ngabalin, Selasa (13/4/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Ngabalin, Presiden Jokowi akan memberi keputusan reshuffle kabinet ini dengan cepat.

“Dari kebiasaan yang Bang Ali ikuti, itu tidak lama. Presiden sangat independen, tidak ragu mengambil keputusan. Biasanya cepat," lanjutnya.

"Bang Ali yakin dalam pekan ini beliau akan mengambil keputusan-keputusan penting itu,” kata Ngabalin.

Ngabalin mengatakan, terdapat tiga faktor yang menguatkan Jokowi akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju Jilid ke-2 dalam waktu dekat.

Pertama, karena adanya peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca juga: Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet Lagi, Pengamat Sebut Kemungkinan Besar Dilakukan pada 2 Kementerian

Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian tersebut telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud.”

"Kenapa begitu, banyak kerjaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)" ujarnya, seperti diberitakan 

Faktor kedua, yaitu kabar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro yang menyatakan telah pamit dari kementeriannya.

"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemendikbud," katanya.

Faktor ketiga, yakni pemerintah yang akan segera membentuk kementerian baru yakni Kementerian Investasi.

Dengan adanya kementerian baru, otomatis akan ada menteri baru.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved