Breaking News:

Ramadhan 2021

Hukum Meminum Obat Penunda Haid Agar Bisa Puasa Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasannya

Ustaz Tajul Muluk, Muballigh Pakar Fiqh memberikan penjelasan terkait Hukum wanita memakai obat penunda haid saat puasa ramadan.

Shutterstock
Ilustrasi periode menstruasi 

Secara medis, menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. 

Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan.

Persiapan ini ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, endometrium akan mengalami peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.

Namun, beberapa orang memilih untuk mengonsumsi obat penunda haid agar bisa berpuasa secara penuh dan memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

Lantas, bagaimana jika ada yang berusaha menunda takdir ini? Meminum obat agar haidnya tertunda demi bisa menjalani puasa selama sebulan Ramadan?

Baca juga: Berapa Jarak Minimal bagi Seorang Musafir agar Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan?

Baca juga: 6 Buah Ini Cocok untuk Pilihan Santap Sahur di Bulan Ramadhan, Bantu Pasok Energi & Tingkatkan Imun

Ustaz Tajul Muluk, Muballigh Pakar Fiqh memberikan penjelasan terkait Hukum wanita memakai obat penunda haid saat puasa ramadan.

Menurutnya, haid bentuk kasih sayang Allah pada kaum hawa untuk beristirahat.

Namun, tak disalahkan pula jika ada perempuan yang termotivasi mengambil keberkahan di bulan ramadan lalu menunda haid dengan meminum obat.

"Beberapa pendapat ulama ada yng bilang oleh saja meminum obat dengan catatan obat itu tidak membahayakan kesehatan, harus tanya ke ahlinya," kata Ustaz Tajul Muluk seperti dikutip dari video Tribunnews.com.

Prinsip tidak mermbahayakan ditekankan Tajul.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved