Breaking News:

Ramadhan 2021

Hukum Meminum Obat Penunda Haid Agar Bisa Puasa Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasannya

Ustaz Tajul Muluk, Muballigh Pakar Fiqh memberikan penjelasan terkait Hukum wanita memakai obat penunda haid saat puasa ramadan.

Shutterstock
Ilustrasi periode menstruasi 

Meminum obat itu tidak memutuskan kehidupan yaitu merusak rahimnya.

"Pastikan ke ahlinya. Menjaga kehidupan kita sebagai prioritas ibdu nafas lebih diutaman daripada menunda haid," tegasnya.

Ia juga mengingatkan perempuan yang sudah bersuami harus bermusyawarah karena terkait rahim sebagai sumber reproduksi untuk memperoleh keturunan.

"Ini terkait dengan hak suami mendapatkan keturunan. Jadi izin dulu, bermusyawarah dengan suami," sarannya.

Senada, dilansir dari laman resmi Lembaga Fatwa Mesir, Dr Ali Jumah Muhammad mengatakan, wanita boleh mengonsumsi obat penunda haid dan puasanya tetap sah.

"Tak ada larangan bagi wanita yang ingin mengonsumsi obat penunda haid. Puasanya pun tetap sah," kata Dr Ali Jumah.

Hal ini dibolehkan karena tidak ada dalil khusus dari Al Quran, hadis, ijtimak, maupun qiyas yang melarang menelan pil itu.

Syaratnya, ia harus mendapat kepastian dari dokter bahwa tak ada dampak kesehatan yang diakibatkan oleh obat itu.

Jika penggunaan obat tersebut memiliki dampak bahaya bagi kesehatannya, maka haram hukumnya untuk mengonsumsi obat itu.

Hal itu didasari atas hadis Rasulullah SAW:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved