Ramadhan 2021
Jadwal Buka Puasa Kota Ternate dan Sekitarnya 15 April 2021/3 Ramadhan 1442 H, Berikut Doa Berbuka
Berikut jadwal buka puasa untuk wilayah Kota Ternate dan sekitarnya, Kamis (15/4/2021).
TRIBUNTERNATE.COM - Berikut jadwal buka puasa untuk wilayah Kota Ternate dan sekitarnya, Kamis (15/4/2021).
Hari ini, ibadah puasa Ramadhan 1442 H sudah memasuki hari ke-3.
Di bulan suci Ramadhan, umat Muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah.
Kegiatan berpuasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari atau selama lebih dari 12 jam tubuh tidak akan mengonsumsi makanan dan minuman apa pun.
Setelah seharian tidak menerima asupan makanan, saat dikumandangkannya azan Magrib menjadi satu hal yang dinanti-nanti.
Sebab, azan Magrib menjadi tanda waktu berbuka puasa telah tiba.
Jadwal buka puasa tentunya akan berbeda di setiap daerah.
Baca juga: Hukum Meminum Obat Penunda Haid Agar Bisa Puasa Sebulan Penuh di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasannya
Baca juga: MUI Rilis Panduan Protokol Kesehatan untuk Beribadah selama Bulan Ramadhan
Berikut jadwal imsakiyah dan buka puasa untuk wilayah Kota Ternate dan sekitarnya, Kamis (15/4/2020) atau 3 Ramadhan 1442 H, yang dilansir TribunTernate.com dari laman bimaislam.kemenag.go.id.
Kota Ternate
Imsak: 05.01 WIB
Subuh: 05.11 WIB
Zuhur: 12.34 WIB
Asar: 15.47 WIB
Mahrib: 18.38 WIB
Isya: 19.47 WIB
Anda bisa mengecek jadwal imsakiyah dan buka puasa untuk daerah lain di seluruh wilayah Indonesia melalui laman bimasislam.kemenag.go.id.
Berikut niat dan doa buka puasa Ramadhan hingga niat salat tarawih, lengkap dengan artinya.
Bacaan Niat Puasa
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala.
Doa Buka Puasa
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.
Baca juga: Berapa Jarak Minimal bagi Seorang Musafir agar Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan?
Baca juga: 4 Waktu Terbaik untuk Olahraga Selama Puasa Ramadhan, Sebelum Sahur hingga Setelah Tarawih
Niat Salat Tarawih
1. Niat Salat Tarawih Berjemaah – 2 rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”
2. Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid) – 2 rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”
3. Niat Salat Tarawih sebagai Imam – 2 rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Niat Salat Witir
1. Niat Salat Witir – 1 rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat salat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”
2. Niat Salat Witir – 3 rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”
(TribunTernate.com)